Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan. (Foto: YouTube/Dimensia Creative)

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan. (Foto: YouTube/Dimensia Creative)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Industri film Indonesia tengah berada di masa ramai: jumlah penonton bioskop tumbuh, genre kian beragam, dan karya anak negeri semakin sering diapresiasi di festival internasional. Namun di balik itu, biaya produksi, teknologi, dan persaingan menjadi tembok tinggi — terutama bagi sineas muda yang bekerja dengan modal terbatas.

Persoalan itu dibedah dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi bersama Nabil Anjabi, sineas muda asal Sumatera Barat yang kini menempuh pendidikan Manajemen Produksi Siaran di sekolah tinggi multimedia MMTC Yogyakarta. Ia berbicara soal cara bertahan berkarya tanpa budget besar.

Sebelum Produksi, Tanya Dulu: Apa Urgensinya?

Bagi Nabil, pertanyaan pertama yang harus dijawab seorang pembuat film bukan soal kamera, melainkan soal dampak. “Apa sih urgensinya ketika saya bikin film? Ketika film itu tayang, akan terjadi apa kepada masyarakat?” ujarnya menirukan pertanyaan yang ia ajukan ke dirinya sendiri. Jika tidak ada yang berubah pada masyarakat, ia menilai karya itu tak perlu dipaksakan.

Pelajaran dari Konten Murah yang Menguasai Media Sosial

Ia mencontohkan tayangan serial pendek dari luar negeri yang biayanya dinilai murah, tetapi mendominasi media sosial. Menurut Nabil, kuncinya bukan kemewahan produksi, melainkan kedekatan cerita dengan kehidupan penonton. “Kayaknya biayanya murah, tapi sangat menguasai media sosial. Ceritanya terasa dekat sekali dengan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  E-Wallet & QRIS Jadi Celah Baru Politik Uang, Bawaslu: Pidananya Minimal 6 Bulan!

Budget Minim, Ide Justru Dituntut Kreatif

Keterbatasan modal, kata Nabil, justru memaksa pembuat film mencari jalan kreatif. “Ketika budget kita minim, bagaimana kita bisa memproduksi karya dengan ide-ide yang diperas lebih kreatif? Sama-sama kreatif itu menciptakan sesuatu yang positif,” ujarnya. Baginya, mahalnya peralatan bukan jaminan lahirnya karya berkualitas.

AI Bukan Musuh, Tapi Alat Bantu

Menghadapi derasnya teknologi, Nabil menilai kecerdasan buatan tak perlu ditakuti berlebihan oleh pekerja kreatif. Ia memandang AI sebagai alat bantu produksi, sementara kreativitas manusia tetap menjadi penentu utama. Sikap itu, menurutnya, lebih produktif daripada menolak perkembangan zaman.

Festival Film Jadi Jembatan Sineas Daerah

Untuk menembus industri besar, Nabil memilih jalur festival film. Ia menyebut ruang itu penting sebagai tempat belajar, menguji kualitas karya, sekaligus memperluas jaringan — termasuk peluang masuk ke festival bergengsi seperti Jogja ASEAN Film Festival. Ia juga terus menggali keresahan budaya, termasuk sebagai anak Minang yang merantau ke Tanah Jawa, dan menyiapkan karya bertema tradisi magis dari Solok agar tidak lekang dimakan zaman.

Untuk Pemilik Usaha: Kenapa Beriklan Lewat Podcast & Konten Video?

Kisah Nabil menunjukkan satu hal: cerita yang dekat dengan keseharian penonton lebih mudah dipercaya — dan di situlah kekuatan podcast serta konten video sebagai media promosi. Bagi pelaku UMKM dan brand lokal di Sumatera Barat, kerja sama semacam ini memberi keuntungan yang jarang ditawarkan iklan konvensional:

Baca Juga:  Isu VCS di Lingkaran Kekuasaan 50 Kota Memanas, Pengamat: Jangan Hanya Sembunyi di Balik Kata ‘Edit’

✅ Kredibel — produk dibahas dalam obrolan bernama, bukan sekadar tampil sekilas di layar.
✅ Tahan lama — satu episode tayang terus di YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, dan portal berita.
✅ Jangkauan luas — pendengar podcast menentukan sendiri kapan menonton, tanpa batas wilayah.
✅ Biaya terkendali — jauh lebih murah dibanding produksi iklan televisi.
✅ Pesan bisa disampaikan utuh — cerita di balik produk tersampaikan, bukan hanya potongan gambar.

Pilihan paket kerja sama podcast:

🔹 Silver — Rp1.250.000: penyebutan oleh host dalam satu episode.
🔹 Gold — Rp5.000.000: logo dalam program, produk tampil di meja podcast, dan penyebutan oleh host.
🔹 Narasumber Utama — Rp7.500.000: sesi khusus bersama pemilik usaha dalam satu episode penuh.

Tambahan: logo di episode Rp400.000 · produk di meja podcast Rp500.000 · produk tampil di layar TV Rp600.000 · ulasan khusus oleh host Rp750.000. Untuk kerja sama rutin tersedia diskon 15–20 persen.

Tertarik menceritakan produk Anda kepada penonton yang tepat? Hubungi kami untuk penawaran lengkap.
📞 WA: 0812-6349-2788
📋 Proposal: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative — produksi podcast, film, dokumentasi kegiatan, dan live streaming di Sumatera Barat.

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah
Berani Bilang TIDAK ke Pimpinan: Eks Birokrat Bukittinggi Bicara Integritas ASN

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB