ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Bagi banyak orang, kopi hanya soal menahan kantuk. Padahal di balik secangkir hitam pekat itu tersimpan senyawa yang jauh lebih penting bagi tubuh. Episode terbaru podcast Kusieh Bendi menghadirkan Prof. Dr. Rince Alfia Fadri, SST, M. Biomed, dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, untuk membedah kopi dari sisi ilmiah — dari kebun, pascapanen, hingga cara menyeduhnya.
Perbincangan itu bukan sekadar soal kesehatan, tetapi juga menyentuh nasib petani kopi Sumatra Barat dan peluang kopi lokal naik kelas.
Lebih dari 28 Senyawa Antioksidan
Prof. Rince menjelaskan kopi bukan minuman biasa. “Kopi mengandung lebih dari 28 senyawa antioksidan yang efektif menangkal radikal bebas,” paparnya. Kandungan itulah yang membuat kopi kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari menjaga stamina hingga membantu tubuh melawan penuaan dini.
Kopi Hitam Tanpa Gula Paling Optimal
Agar manfaatnya benar-benar terasa, ia menyarankan cara konsumsi yang paling sederhana. “Mengonsumsi kopi hitam murni tanpa gula atau susu merupakan cara terbaik untuk memperoleh manfaat kesehatan secara optimal,” ujarnya. Tambahan gula dan krimer, katanya, justru bisa menutupi manfaat itu dengan risiko lain.
Kunci Rasa Dimulai dari Petik Buah Merah
Bagi petani, Prof. Rince menekankan pentingnya teknik panen. “Teknik petik selektif buah merah agar prekursor pembentuk rasa dan aroma kopi matang secara sempurna,” jelasnya. Memetik buah yang belum matang, menurutnya, membuat citarasa kopi tidak pernah mencapai titik terbaiknya.
Roasting di Suhu 180–210 Derajat
Proses pascapanen hingga penyangraian sangat menentukan kandungan kimia kopi. Ia menyebut rentang suhu ideal untuk memanggang biji kopi. “Suhu pemanggangan ideal berkisar antara 180 derajat hingga 210 derajat Celsius,” sebutnya. Salah suhu, lanjutnya, bukan hanya merusak rasa tetapi juga menurunkan senyawa bermanfaat di dalam biji.
Pentahelix demi Kesejahteraan Petani Kopi
Prof. Rince mendorong kolaborasi lintas sektor agar kopi lokal benar-benar mengangkat ekonomi warga. Ia menyampaikan perlunya “penerapan konsep pentahelix untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan petani kopi lokal.” Kolaborasi itu melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media.
Peluang Emas bagi UMKM Kopi, Kafe, dan Pelaku Kuliner
Episode ini menunjukkan satu hal sederhana: percakapan tentang kopi selalu menarik perhatian. Penontonnya bukan hanya penikmat kopi, tapi juga pemilik kafe, roastery, pedagang biji kopi, sampai petani yang mencari pasar. Artinya, ini ruang promosi yang sangat relevan bagi pelaku usaha.
Kalau Anda punya usaha di ekosistem kopi, inilah yang Anda dapatkan:
☕ Dilihat oleh calon pembeli yang tepat — mulai dari penikmat kopi harian, pemilik kafe, hingga pembeli biji dalam jumlah besar.
🏪 Ruangan ini bukan panggung asing — Dimensia Creative terbiasa memproduksi konten UMKM, profil usaha, dan liputan kegiatan ekonomi daerah, jadi pesan jualan Anda dibingkai dengan cara yang masuk akal bagi warga.
🔁 Sekali tayang, dipakai berkali-kali — potongan video bisa Anda pakai untuk konten Instagram, TikTok, dan materi promosi sendiri.
🤝 Bisa ikut tanpa jadi sponsor utama — untuk usaha kecil, cukup mulai dari slot satuan: logo di video, produk kopi tampil di meja studio, atau diulas langsung oleh host.
Sedang untuk brand kopi, roastery, dan kafe yang ingin jangkauan lebih luas, kami menyiapkan paket gabungan serta kontrak beberapa episode dengan harga khusus.
📞 Ngobrol soal kerja sama: WA 0812-6349-2788
📋 Lihat paket & proposal: dimensiacreative.com/proposal/
Dimensia Creative — podcast, video profil usaha, dan dokumentasi kegiatan di Sumatera Barat.









