Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADVERTISEMENT

πŸŽ™οΈ Info Sponsorship β†’
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com β€” Polemik status tanah ulayat yang belakangan menghangat di Kota Payakumbuh akhirnya mendapat penjelasan langsung dari tokoh adat. Dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi, Ir. Andra Roza Putra, Datuk Patiah Baringek β€” mantan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kotang Gadang periode 2006–2021 β€” menegaskan tanah ulayat tidak pernah berniat menghambat pembangunan Pasar Payakumbuh. Justru, kata dia, adat menyokong lewat regulasi, hukum, dan ketentuan yang berlaku.

Empat Hak Adat dalam Sistem Minangkabau

Dalam perbincangan itu, Datuk Patiah Baringek memaparkan bahwa sistem adat Minangkabau mengenal empat hak atas tanah, yakni ulayat kaum, ulayat suku, ulayat nagari, dan ulayat rajo. Dari keempatnya, yang kerap menjadi sorotan dalam polemik pembangunan adalah ulayat nagari β€” tanah komunal milik bersama warga nagari yang masih eksis di sejumlah nagari, termasuk Kotang Gadang dan Lembukan.

Kekhawatiran di Balik Polemik Sertifikasi

Terkait rencana sertifikasi aset pusako tinggi atau tanah nagari, ninik mamak menyampaikan kekhawatirannya. “Kami mengkhawatirkan karena prosedur-prosedur melalui regulasi yang telah ada dan regulasi adat kadang-kadang tidak diikuti lagi oleh pemegang kebijakan di Minangkabau,” ujarnya. Kekhawatiran itu berakar pada potensi sertifikasi mengubah kepemilikan komunal menjadi hak milik perorangan, yang dinilai mengancam sistem kekerabatan adat.

“Tak Pernah Menghambat Pembangunan”

Menanggapi isu yang beredar, Datuk Patiah Baringek meluruskan dengan tegas. “Tidak pernah ada keinginan untuk menghambat pembangunan Pasar Payakumbuh. Justru kami menyokong dengan ketentuan-ketentuan yang ada, baik secara regulasi hukum maupun hukum-hukum adat,” tegasnya. Menurut dia, persoalan sebenarnya tidak serumit yang digambarkan di media.

Baca Juga:  Bukan Modal 300 Ribu, Tapi Pola Pikir! Kisah Falave: Anak Koma 8 Minggu, Rekening Di-hack, Kini Omzet Miliaran

Jejak Sultan Alif Khalifatullah dan Pasar Serikat

Narasumber juga mengupas sejarah panjang Pasar Payakumbuh. Berawal dari pasar alami tempat penjual dan pembeli bertemu di bawah batang beringin dengan sistem barter, pasar itu berkembang seiring peran Sultan Alif Khalifatullah Rajo Bagewang yang mengubah nomenklatur Minangkabau menjadi Kesultanan Minangkabau Darul Qarar. Sang sultan menegaskan falsafah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” serta membentuk empat pasar serikat: Pasar Payakumbuh, Pasar Bukittinggi, Pasar Padang Panjang, dan Pasar Solok.

Pendidikan Surau: Akar Karakter Anak Kemenakan

Selain bidang ekonomi, Sultan Alif Khalifatullah juga menaruh perhatian pada pendidikan dengan menghimbau setiap kaum mendirikan surau. “Lahir dan batin dilatih di dalam surau kaum,” kenang Datuk Patiah Baringek, menyebut pendidikan surau sebagai akar pembentukan karakter anak kemenakan melalui ilmu agama, ilmu umum, dan ilmu adat.

Hargai Ulayat, Rakyat Terbantu

Menutup paparannya, narasumber merangkum inti persoalan dalam kalimat sederhana. “Pasar kota dibangun, pemerintah terbantu, ulayat dihargai β€” itulah intinya,” ujarnya. Pesan ini menegaskan bahwa selama hak ulayat dihormati, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Baca Juga:  Dari Jualan Bakwan hingga Jadi Bos Kopi Ajoe: Kisah Inspiratif Dede Saputra di Podcast Kusieh Bendi

Isu Lokal & Budaya: Panggung untuk Brand yang Peduli

Episode ini membuktikan bahwa konten yang mengangkat isu lokal, budaya, dan kearifan Minangkabau selalu punya tempat yang dalam di hati audiens. Bagi brand yang menyasar pasar lokal dan UMKM β€” perbankan, koperasi, produk pangan, properti, hingga pemerintah daerah β€” ini panggung yang tepat untuk tampil.

Kenapa isu lokal cocok untuk brand Anda?

🏠 Kedekatan emosional β€” brand Anda tampil di samping narasi yang menyentuh akar budaya dan identitas lokal.
🀝 Audiens tokoh & komunitas β€” menjangkau tokoh adat, pelaku UMKM, dan masyarakat yang punya daya pengaruh di daerahnya.
πŸ“š Konten tayang selamanya β€” topik budaya dan sejarah selalu dicari ulang, promosi Anda terus berjalan tanpa biaya berulang.
🌐 Distribusi multi-platform β€” YouTube, Instagram Reels, TikTok, dan Facebook dalam satu paket.

Bukan cuma sponsor β€” kami juga terbuka untuk kolaborasi CSR & awareness: pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, hingga bincang bersama tokoh adat narasumber Anda. Dimensia Creative punya rekam jejak memproduksi konten yang mengangkat isu lokal ke level nasional.

πŸ“ž Jadwalkan kolaborasi: WA 0812-6349-2788
πŸ“‹ Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative β€” Konten Kreatif yang Mencerdaskan dan Mengangkat Cerita Lokal.

Berita Terkait

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat
Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani
Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak
Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi
KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka
KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh
MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live β€” Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh
100 Tahun Jam Gadang: dari Darah PRRI, Simbol Kolonial, hingga Misteri Angka Romawi u2014 Isi Film Dokumenter Dimensia Creative

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB