ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Tren rokok elektrik atau vaping di Jakarta dan sekitarnya kini menghadapi ancaman serius. Ancaman ini melampaui perdebatan masalah kesehatan paru-paru. Sebab, para pelaku kejahatan mulai menyalahgunakan perangkat vape sebagai media peredaran narkoba jenis baru. Publik mengenal narkoba ini dengan istilah Liquid Zombie. Fenomena ini mulai menghantui komunitas vapers di ibu kota. Polda Metro Jaya baru saja mengungkap sindikat narkoba cair. Penangkapan terjadi di sepanjang awal tahun 2026. Fakta mengejutkan terungkap: botol-botol kemasan liquid ilegal beredar luas di pasar gelap.
Kandungan Etomidate dan Sabu Cair dalam Liquid Ilegal
Peneliti Indonesia bersama pihak kepolisian menemukan zat berbahaya dalam liquid ilegal. Kandungan tersebut meliputi anestesi medis jenis Etomidate hingga sabu cair. Para penjual menyebarkan produk ini secara tertutup. Mereka memanfaatkan media sosial dan toko daring.
Zat Etomidate bukan sekadar pemberi efek rileks biasa. Zat ini merupakan obat bius medis. Hanya profesional kesehatan yang boleh menggunakannya, dan itu pun di bawah pengawasan ketat. Jika seseorang menghirup zat ini melalui vape, dampaknya sangat berbahaya. Pengguna bisa mengalami kejang otot. Detak jantung dapat menurun drastis. Kondisi zombie pun muncul: pengguna kehilangan kontrol penuh atas kesadaran, namun tetap dalam keadaan terbangun.
Konsumen dan orang tua harus lebih waspada. Arus distribusi produk vape di Jakarta sangat padat. Jangan sampai Anda terjebak menjadi korban. Berikut beberapa ciri fisik yang perlu Anda perhatikan.
Periksa pita cukai. Hal pertama yang wajib Anda periksa adalah legalitas pita cukai. Pita cukai menempel pada tutup botol atau kemasan. Liquid resmi selalu dilengkapi pita cukai asli dengan cetakan tajam. Sebaliknya, narkoba cair seringkali tidak memiliki pita cukai. Atau mereka menggunakan stiker cukai palsu. Stiker palsu terlihat kasar dan pudar. Pelaku melakukan ini untuk menghindari deteksi petugas.
Harga Tidak Wajar Menjadi Indikator Kuat
Faktor harga juga menjadi indikator utama. Masyarakat perlu mewaspadai penawaran mencurigakan. Biasanya penjual menawarkan liquid dalam botol kecil atau cartridge sekali pakai. Mereka membanderol dengan harga tidak masuk akal, misalnya ratusan ribu hingga jutaan rupiah per botol. Harga yang melambung jauh di atas standar pasar mencerminkan nilai jual zat narkotika di dalamnya.
Secara fisik, liquid zombie sulit dibedakan dengan mata telanjang. Namun, narkoba cair seringkali memiliki konsistensi tidak stabil. Cairannya terlihat keruh. Atau Anda mungkin menemukan endapan kristal kecil di dasar botol. Endapan ini patut Anda curigai sebagai zat kimia berbahaya.
Anda juga perlu mewaspadai istilah-istilah kode. Para penjual menggunakan bahasa tertentu di komunitas atau media sosial. Contoh istilah tersebut antara lain High Dose, Special Blend, atau Obat Tidur Cair. Istilah-istilah ini menjanjikan efek halusinasi tertentu. Padahal, liquid standar hanya akan mencantumkan kadar nikotin dalam satuan miligram. Tidak ada embel-embel efek psikotropika atau bius.
Aroma Kimia Tajam atau Hantaman Langsung di Kepala
Terakhir, perhatikan aroma dan efek yang Anda rasakan. Aroma kimia yang tajam dan menyengat menandakan bahaya. Sebaliknya, ketiadaan aroma sama sekali juga bisa berbahaya, apalagi jika memberikan efek hantaman langsung di kepala. Kedua tanda ini mengindikasikan adanya campuran zat sintetis berbahaya.
Kesimpulannya, konsumen di kota besar harus lebih cerdas. Belilah produk hanya dari toko vape resmi yang memiliki reputasi baik. Jangan mudah tergiur harga murah atau efek luar biasa yang tidak wajar. Keamanan bukan hanya soal apa yang Anda hirup, tetapi juga dari mana produk tersebut Anda dapatkan. Tetap waspada dan lindungi diri Anda dari bahaya liquid zombie.(**)









