Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Karikatur

Ilustrasi Karikatur

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Badai dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kini resmi mengarah pada korporasi raksasa. Wilmar International Limited akhirnya buka suara merespons tuduhan miring yang menyeret nama mereka ke dalam daftar hitam Kementerian Keuangan. Kendati demikian, raksasa agribisnis ini mengaku belum mendapatkan dokumen ataupun pemanggilan formal dari pihak berwenang.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX) pada Kamis, 28 Mei, manajemen korporasi multinasional tersebut memberikan konfirmasi resminya secara tertulis, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia:

“Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Namun, kami sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran mereka,” kata manajemen melalui keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX), Kamis (28/5).

Emiten perkebunan sawit terkemuka ini juga menegaskan komitmen transparansinya kepada publik. Dalam kelanjutan pernyataan tertulisnya, manajemen memberikan garansi akuntabilitas pasar dengan mengatakan, “Kami akan memperbarui informasi kepada pasar sebagaimana mestinya,” pungkas manajemen.

Sinyal keterlibatan Wilmar sejatinya telah dipantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Saat beradadi kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa, 26 Mei, Purbaya tidak menampik ketika dikonfirmasi wartawan mengenai daftar sepuluh perusahaan sawit yang terindikasi melakukan under-invoicing. Pria yang dahulunya aktif sebagai dosen di UI tersebut memberikan validasi atas pertanyaan awak media mengenai keterlibatan entitas bisnis skala besar tersebut:

Baca Juga:  KADI Mulai Penyelidikan Antidumping Produk Impor SAP Asal China

“Itu dua (perusahaan), betul,” kata Purbaya menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan perusahaan-perusahaan sawit yang memanipulasi ekspor.

Menurut Purbaya, para eksportir tersebut kerap meremehkan kapabilitas pelacakan data lintas negara yang dimiliki Kementerian Keuangan. Pihaknya mampu mengamankan basis data dari negara-negara tujuan ekspor utama, termasuk Amerika Serikat. Untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara yuridis, Kemenkeu kini memimpin langkah investigasi awal. Purbaya menjabarkan mekanisme koordinasi antarlembaga negara dalam mengusut perkara ini, “Kami yang menyelidiki awal dari data-data itu, kemudian kami kerja sama dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan Kejaksaan Agung,” terang Purbaya.

Anatomi kecurangan ini, lanjut Purbaya, menggunakan skema pengapalan bayangan. Perusahaan sawit diduga mendirikan komoditas trading company di Singapura demi merekayasa dokumen administrasi penjualan. Secara riil, fisik komoditas langsung meluncur ke negara pembeli akhir, namun pencatatan nilai ekspor ditekan serendah mungkin saat keluar dari pelabuhan Indonesia. Fenomena diskrepansi harga inilah yang mengindikasikan adanya praktik kejahatan fiskal. Purbaya menguraikan modus operandi pengalihan dokumen penjualan tersebut secara detail, “Jadi 10 perusahaan itu jual ke Singapura lewat trading company. Sebenarnya barangnya ke sana langsung (negara tujuan sebenarnya) karena kapalnya enggak berubah, tapi kertasnya berbeda,” beber Purbaya.

Baca Juga:  Micro Influencer Jadi Senjata Baru Promosi UMKM di Era Digital

Dari analisis komparatif atas data impor di negara tujuan, ditemukan bahwa devisa ekspor yang dilaporkan ke otoritas Indonesia jauh di bawah harga pasar internasional. Purbaya mengidentifikasi anomali tersebut sebagai kombinasi dua pelanggaran finansial struktural sekaligus:

“Kalau volume sama, harga beda, apa itu, under invoicing. Transfer pricing juga bisa. Kalau saya lihat dua-duanya,” tambahnya.

Ironisnya, skandal ini tampaknya bukan kasuistis melainkan sistemik. Berdasarkan metode penarikan sampel acak terhadap para pemain utama industri kelapa sawit nasional, Kementerian Keuangan menemukan indikasi pelanggaran yang merata. Purbaya menyampaikan kesimpulan sementaranya di hadapan para anggota legislatif di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Mei:

“Saya ambil 10 terbesar. Semuanya melakukan hal itu. Jadi boleh dipastikan semuanya melakukan hal itu jadinya. Saya random nih,” jelas pria kelahiran Bogor, Jawa Barat tersebut, saat berada di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (25/5).

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya
UMKM Disiapkan Jadi Pemasok Bahan Makanan Program MBG

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB