KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pertemuan KAN dan jajaran, serta Wali Nagari, para penghulu dan niniak mamak Nagari Kubang Putiah, dan juga bundo kanduang (Dok. Istimewa)

Foto: Pertemuan KAN dan jajaran, serta Wali Nagari, para penghulu dan niniak mamak Nagari Kubang Putiah, dan juga bundo kanduang (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Hasil kesepakatan warga Nagari Kubang Putiah menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi seksi Bukittinggi-Sicincin yang dilaksanakan di Kantor Nagari Kubang Putiah pada Minggu, 28/6/2026. Keputusan ini merupakan hasil mufakat dari berbagai kelembagaan adat yang ada di Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) menceritakan kalau awalnya ada undangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membahas Rapat Koordinasi Penyusunan DPPT Jalan Tol Padang-Bukittinggi seksi Sicincin-Bukittinggi yang dilaksanakan di Aula kantor Wali Kota pada Senin, 08/6/2026. Yang menghadiri rapat ialah Walikota Bukittinggi dan Bupati Agam, kemetrian Pekerjaan Umum (PU), Camat, Walinagari dan KAN yang terdampak, dalam pertemuan itu di paparkan trase jalan tol di wilayah Agam dan Bukittinggi.

“Trase itu melewati Nagari Kubang Putih, salah satunya,” ungkap Siswandi Dt. Maleka ketika diwawancarai pada Rabu, 1/6/2026.

Adapun di Nagari Kubang Putiah terdapat 14 jorong. Rencana proyek pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi seksi Bukittinggi – Sicincin ini diprediksi akan memberikan dampak langsung pada 9 jorong, dengan mencakup 319 titik baik yang berbentuk bangunan rumah maupun lahan pertanian.

Baca Juga:  Tim PKM UNP Dorong Usaha Kompos Kamang Hilia

Dasar-dasar utama atas penolakan proyek pembangunan jalan tol tersebut di antaranya adalah besarnya kerugian lahan pertanian produktif dan dampak sosial budaya lainnya bagi masyarakat.

“Ada satu kampung atau satu jorong ke pemerintahan itu hilang. dilalui jalan tol yaitu di jorong kampung Pili, dan ada 4 jorong yang terbelah di lalui jalan tol, ” ujar Dt. Maleka.

Beliau juga menambahkan bahwa di satu jorong yang hilang tersebut juga terdapat Rumah Gadang (Cagar Budaya) yang usianya hampir 200 tahun, musholla, serta pandan perkuburan.

“Nah, jadi sendi-sendi adat, yang dikatakan sendi adat itu ada Pusako Tinggi, ada Rumah Gadang, dan ada Pandang Pekuburan. Itu kalau dijadikan untuk jalan tol, akan menghilangka akar sejarah satu jorong di dalam Nagari Kubang Putiah,” katanya.

Baca Juga:  Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

Selain mengganggu tatanan wilayah, pembangunan ini juga akan membelah dan memisahkan jorong-jorong lain di Nagari Kubang Putiah. Lahan pertanian yang terdampak pun merupakan sektor yang sangat vital bagi ketahanan ekonomi warga.

“Hilangnya lahan pertanian produktif yang sifatnya itu merupakan Tanah Ulayat, dimana masyarakat selama ini sudah beratus tahun menggantung kehidupan nya pada pertanian,” tutur Dt. Maleka.

Berangkat dari persoalan-persoalan di ataslah masyarakat Nagari Kubang Putiah, melalui KAN, menyatakan menolak rencana pembangunan jalan tol yang melewati wilayah mereka.

Dt. Maleka menegaskan bahwa pada dasarnya masyarakat Nagari Kubang Putiah tidak berniat menolak program strategis dari pemerintah mengenai proyek pembuatan jalan tol.

“Melainkan yang kami tolak kini itu untuk tidak melalui daerah Negari Kubang Putih, dan pemerintah bisa mengalihkan ke tempat yang lebih minus perkampungan dan lahan produktif serta berisiko rendah,” tutup Dt. Maleka pada saat diwawancarai.

(Zidan Pratama)

Berita Terkait

Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar
Pelatihan Digital Marketing di Agam Lahirkan Wirausaha Muda
Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga
Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK
Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial
Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen
Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:43 WIB

Pelatihan Digital Marketing di Agam Lahirkan Wirausaha Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial

Berita Terbaru

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla. (Foto: ANTARA)

Nasional

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:48 WIB

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:43 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:37 WIB

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan. (Foto: detikcom)

Nasional

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:31 WIB