JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan percakapan telepon sekitar satu jam pada Selasa (8/9/2026) untuk membahas upaya mengakhiri Perang Rusia-Ukraina yang telah memasuki hari ke-1.659.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembicaraan itu berlangsung positif. Ajudan Kremlin, Yury Ushakov, mengungkapkan kedua pemimpin juga membahas hasil kunjungan utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Moskow dan Kyiv. Putin dan Trump menilai pertemuan para utusan tersebut positif dan sepakat melanjutkan komunikasi melalui jalur diplomatik.
Ushakov menyampaikan bahwa Trump mengharapkan adanya terobosan dalam penyelesaian konflik Ukraina selama masa kepresidenannya. Berakhirnya perang dinilai dapat membuka jalan bagi pemulihan hubungan Rusia-AS, termasuk kerja sama perdagangan yang menguntungkan kedua negara. Putin menyambut prospek itu dan menyatakan keinginannya membangun kemitraan konstruktif antara dua kekuatan besar.
Dalam percakapan tersebut, Putin menyampaikan penilaian Rusia mengenai situasi di medan perang dan prospek kemajuan pasukannya. Ia kembali menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki rencana agresif terhadap negara-negara Eropa. “Mitos yang disebarkan tentang ancaman Rusia berfungsi sebagai dalih bagi Eropa untuk meningkatkan dukungan mereka terhadap Ukraina dan pengeluaran militer mereka sendiri,” kata Ushakov merangkum pernyataan Putin.
Langkah Diplomasi Berlanjut
Pembicaraan Putin dan Trump berlangsung setelah Witkoff dan Kushner melakukan perjalanan ke Moskow dan Kyiv. Setelah bertemu Putin di Moskow, keduanya menggelar pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv. Zelenskyy sebelumnya menyatakan Ukraina siap kembali ke pembicaraan trilateral yang melibatkan Rusia dan AS untuk membahas penyelesaian perang.
Zelenskyy juga memperingatkan konflik kemungkinan masih berlanjut hingga musim dingin dan berharap AS memberikan dukungan tambahan. Sementara itu, Ushakov mengatakan Putin dan Trump sepakat untuk tetap berkomunikasi dan kembali menggelar pembicaraan jika diperlukan.









