LIMA PULUH KOTA, ArgumenRakyat.com — Nagari Tj Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, ditetapkan sebagai salah satu lokus program Nagari Creative Hub (NCH), program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menggerakkan ekonomi kreatif berbasis nagari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
NCH digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi baru berbasis nagari. Program ini membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat nagari melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, pengembangan inovasi, serta perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah.
Guna menyebarluaskan program unggulan ini, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menggelar sosialisasi di Aula Kantor Bupati Lima Puluh Kota pada Juni lalu.
Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menyambut baik program tersebut. “Program inovasi ini sangat positif guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat berbasis nagari, digitalisasi, dan potensi lokal,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, NCH bukan program seremonial maupun aktivitas administrasi kelembagaan semata, melainkan ruang kolaborasi pembangunan masyarakat serta wadah penguatan sumber daya manusia, kreativitas, digitalisasi, dan potensi lokal.
“Dengan lokus Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, momen ini harus bisa memberikan dampak melalui tumbuhnya aktivitas dan meningkatnya ekonomi masyarakat setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Nagari Tj Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Nofrizal, didampingi Ketua Bamus menompangkan harapan besar terhadap program tersebut. “Yang ingin kita bangun bukan sekadar tempat berkumpul atau ruang kreatif semata.
NCH harus menjadi sistem yang mampu membaca potensi masyarakat, menemukan persoalannya, kemudian menghubungkannya dengan program pemerintah yang tepat,” ujar Nofrizal.
Dari Data Nagari Menuju Intervensi Kabupaten
Salah satu kekuatan NCH Tj Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang adalah tersedianya basis data potensi nagari. Data tersebut menjadi dasar untuk melihat siapa pelakunya, apa yang mereka kerjakan, apa persoalan yang dihadapi, serta dukungan apa yang diperlukan untuk mengembangkan usaha maupun aktivitas mereka.
Dengan pendekatan itu, Pemerintah Nagari berencana menyusun Matriks Kolaborasi dan Intervensi Program NCH sebagai bahan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Setiap perangkat daerah dapat mengambil peran sesuai bidangnya masing-masing. Pengembangan UMKM, kuliner, kriya, dan fesyen dapat dikolaborasikan dengan perangkat daerah yang menangani koperasi, usaha kecil, perdagangan, dan perindustrian. Potensi pertanian, pangan, dan komoditas unggulan nagari dihubungkan dengan perangkat daerah yang menangani tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
Pada sektor seni dan budaya, NCH membuka ruang penguatan komunitas seni, regenerasi pelaku budaya, produksi karya, dokumentasi, dan kegiatan kebudayaan. Adapun pengembangan event, atraksi wisata, kepemudaan, dan olahraga dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, pemuda, dan olahraga.
Kebutuhan ruang publik dan infrastruktur pendukung NCH dikomunikasikan dengan perangkat daerah yang menangani pekerjaan umum dan penataan ruang, sementara aspek digitalisasi, internet, publikasi, dan pengelolaan informasi dikembangkan melalui sektor komunikasi dan informatika.
NCH Bukan Program Satu Dinas
Camat Luak, Ilda Subul Huriati, S.AP., M.Si., menyebut penetapan Nagari Tj Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang sebagai salah satu lokus NCH merupakan kehormatan sekaligus peluang besar bagi Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis nagari.
Menurutnya, peluang ini tidak boleh berhenti pada penetapan dan seremoni. Dukungan nyata dari perangkat daerah di tingkat kabupaten sangat dibutuhkan, terutama dalam penguatan ekosistem kreatif, peningkatan kapasitas SDM, pendampingan pelaku usaha, serta penyediaan infrastruktur pendukung.
“Potensi anak muda dan keunggulan lokal di Tj Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang perlu didampingi secara terarah dan berkelanjutan. Karena itu, kami berharap OPD terkait dapat segera berkolaborasi dan menerjemahkan program NCH menjadi aksi nyata di nagari.
Antusiasme masyarakat dan pemerintahan nagari perlu dijawab dengan dukungan birokrasi yang cepat dan konkret. Ini adalah kerja bersama, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar NCH benar-benar memberi dampak bagi nagari dan kemajuan Lima Puluh Kota,” tutupnya.









