**JAKARTA, ArgumenRakyat.com** — Samsung SDS, unit layanan teknologi informasi Samsung Group asal Korea Selatan, memperluas kerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan (AI) global, termasuk OpenAI dan Anthropic, untuk mendorong inovasi melalui transformasi AI di berbagai lini bisnis dan proses kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perusahaan mengumumkan perluasan kemitraan itu dalam konferensi tingkat tinggi tahunannya, Selasa (8/9/2026). Dalam acara tersebut, Samsung SDS memaparkan visi untuk mempercepat transformasi AI yang disebut AX (AI Transformation) di berbagai lini bisnis dan proses kerja.
Samsung SDS akan menjadi perusahaan Korea Selatan pertama yang berpartisipasi sebagai mitra percontohan dalam Daybreak Partner Program milik OpenAI. Daybreak merupakan inisiatif keamanan siber OpenAI yang dirancang untuk mengintegrasikan model AI terdepan ke dalam alur kerja keamanan perangkat lunak sejak tahap awal pengembangan.
Selain dengan OpenAI, Samsung SDS telah menjalin kemitraan strategis dengan Anthropic PBC yang berbasis di San Francisco sejak Juli lalu, sekaligus menjadi perusahaan Korea Selatan pertama yang bekerja sama dengan pengembang model Claude tersebut. Kedua perusahaan akan mengidentifikasi peluang bisnis AX baru dengan menggabungkan kemampuan teknologi dan keahlian bisnis masing-masing.
CEO Samsung SDS Lee Joon-hee menegaskan AX bukan hanya soal efisiensi. “AX bukan sekadar mengurangi waktu dan biaya. AX berarti merancang ulang sepenuhnya cara bisnis dan pekerjaan dilakukan dari awal,” kata Lee dalam pidato pembuka. “AI mengubah cara kita bekerja, tetapi AX mengubah bisnis,” imbuhnya.
Strategi Client Zero
Samsung SDS menerapkan strategi “client zero”, yakni menerapkan dan menguji solusi AX terlebih dahulu dalam operasional internal perusahaan sebelum memperluasnya kepada pelanggan. Perusahaan tengah membangun kapabilitas AX di tujuh proses internal utama, termasuk pengembangan, pengadaan, dan manajemen kualitas, sebelum menerapkan hasilnya pada operasional pelanggan.
Pelajaran Transformasi Digital bagi Usaha Lokal
Kebiasaan menguji teknologi sebelum dijual ke pelanggan sebenarnya bisa ditiru pelaku usaha kecil di Indonesia dengan skala yang lebih sederhana. Seorang pengusaha katering rumahan di Padang, misalnya, tidak perlu langsung beriklan besar—ia mulai merekam proses memasak menu andalan dan membagikan tips penyajian secara rutin. Perlahan, pelanggannya meluas dari tetangga menjadi kantor-kantor dan acara pernikahan di luar kota, karena calon pembeli percaya pada usaha yang konsisten menunjukkan prosesnya lewat video.
Konten video memang menjadi aset jangka panjang yang terus bekerja mendatangkan pelanggan. Strategi digital marketing yang disusun dengan baik—lengkap dengan optimasi mesin pencari, media sosial, dan kanal video—membuat usaha mudah ditemukan siapa pun yang membutuhkan. Di era ketika calon konsumen mencari sebelum membeli, kehadiran digital yang rapi menentukan siapa yang lebih dulu diingat.
Dimensia Creative hadir mendampingi pelaku usaha yang ingin membangun kehadiran digital tersebut—mulai dari produksi konten video, live streaming, hingga perencanaan strategi digital marketing yang terarah. Setiap usaha punya cerita yang layak diketahui lebih banyak orang; tinggal bagaimana cerita itu dikemas dan disebarluaskan. Hubungi WhatsApp 0812-6349-2788 atau kunjungi dimensiacreative.com untuk mendiskusikan langkah pertamanya.
Personal branding juga menjadi kunci di era digital, dan podcast Kusieh Bendi menyediakan panggung untuk itu. Pengusaha bisa berbagi perjalanan membangun usaha dari nol, tokoh daerah bisa menyampaikan gagasan secara lebih santai dan dekat, hingga praktisi yang ingin dikenang sebagai pemikir di bidangnya—semua menjadi pembicaraan yang diingat publik. Informasi jadwal rekaman dan paket kerja sama tersedia di dimensiacreative.com/proposal.









