ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Pendakwah Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengajak masyarakat, khususnya warga Sumatra Barat, untuk mendoakan proses kelancaran kelanjutan pembangunan cabang pondok pesantren baru di kawasan Harau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengimbau para talenta berbakat yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan untuk bergabung sebagai tenaga pengajar dalam proyek pendidikan Islam tersebut.
”Didoakan persiapan membangun cabang pesantren di Harau, harapannya dari pihak Payakumbuh ke dekat Harau di ujung, itu alhamdulillah sudah ada lahan, sekarang sedang siapkan memperbaiki jembatan, kemudian jalan, dan dalam waktu dekat insyaallah kita akan mulai dengan masjid. Nah, bagi warga Sumbar (Sumatra Barat) khususnya, pendidikan pertama ini akan ada pendidikan calon untuk guru,” ucap UAH sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @ayouga.official pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
UAH secara khusus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para penghafal Al-Qur’an dan penguasai bahasa Arab untuk mendedikasikan ilmu mereka sebagai pengajar di institusi yang tengah dibangun tersebut.
”Bagi yang punya latar belakang bisa bahasa Arab, hafal Al-Qur’an 30 juz, dan mau mengabdi di sini, boleh mendaftar baik yang putra maupun yang putri, ya,” tegas pendakwah yang dikenal luas dengan penyampaiannya yang menyejukkan tersebut.
Proyek pengembangan sarana dakwah dan pendidikan ini sejatinya telah dimulai sejak tahun lalu. Ustadz Adi Hidayat tercatat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan Pondok Pesantren MIRA Institute yang berlokasi di Kawasan Jorong Gantiang, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Agenda peletakan batu pertama kala itu dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat setempat, alim ulama, jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, keluarga besar Ariusmen, serta Rektor Universitas Tripoli dari Libya. Kehadiran berbagai elemen ini menandai dukungan kuat terhadap ekspansi pendidikan berbasis karakter dan keagamaan di wilayah Sumatra Barat.









