Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos. (Foto: Dok. ANTARA)

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos. (Foto: Dok. ANTARA)

**JAKARTA, ArgumenRakyat.com** — Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengajukan sanggahan data bansos tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, seiring makin terbukanya kanal pengaduan yang bisa diakses masyarakat.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (7/9), sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial. “Sudah makin banyak. Dibanding tahun lalu saya yakin tahun ini lebih banyak yang melakukan sanggah,” katanya.

Meski belum memerinci angkanya, Mensos menilai peningkatan itu tidak lepas dari lengkapnya kanal usul dan sanggahan yang disiapkan. Masyarakat dapat mengakses aplikasi Cek Bansos yang dilengkapi fitur informasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), layanan pusat panggilan 021-171171, WhatsApp Center 08877171171, hingga laman perlinsos.kemensos.go.id.

Baca Juga:  Stok Beras Pemerintah 4,5 Juta Ton Aman Hadapi El Nino

Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyiapkan kanal untuk mengakses informasi desil DTSEN. Mensos mengatakan semakin banyak kanal pengaduan itu bertujuan mengajak masyarakat berpartisipasi memperbaiki data penerima manfaat, baik melaporkan warga yang layak tetapi belum masuk data, maupun penerima yang dinilai sudah tidak layak tetapi masih menerima bansos.

Desil Berubah Tak Langsung Memutus Bansos

Mensos menegaskan perubahan desil kesejahteraan dalam DTSEN tidak serta-merta membuat penerima kehilangan bansos, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). “Kalau sekarang ada desil loncat, tidak serta-merta terus bansosnya diputus. Tidak serta-merta itu,” ujarnya.

Ia mencontohkan penerima yang secara kondisi ekonomi masih layak tetapi berdasarkan pemutakhiran data berada pada Desil 7. Bantuan tidak otomatis dihentikan karena pemerintah masih melakukan pengecekan sebelum penetapan penerima pada periode penyaluran berikutnya, yang hasilnya ditetapkan setiap tiga bulan.

Baca Juga:  Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III

KTP Dipakai Orang Lain untuk Beli Mobil

Kemensos juga mendalami temuan data kependudukan penerima manfaat yang diduga digunakan pihak lain untuk kepentingan ekonomi, seperti membeli kendaraan, tanah, atau mendirikan perusahaan. Salah satunya dialami Darmi, pasangan lansia penerima BPNT di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang tidak terdaftar pada periode salur triwulan ketiga 2026 karena Nomor KTP-nya digunakan orang lain.

Mensos pun mengajak pemerintah daerah dan masyarakat ikut mengawasi serta memberi informasi untuk memperbaiki kualitas data. “Kita terbuka, kita sedang memperbaiki data ini dan setiap informasi adalah berharga buat pemerintah, khususnya buat Kemensos,” pungkas Saifullah Yusuf.

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB