Jakarta, ArgumenRakyat.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 253 kabupaten/kota rawan banjir dan 202 kabupaten/kota rawan longsor dengan potensi penduduk terdampak mencapai 113,8 juta jiwa pada musim hujan 2026-2027.
Catatan itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian pemerintah memasuki musim hujan tahun ini.
Puncak musim hujan berbeda tiap wilayah
“Untuk mengantisipasi dampak bencana, pemerintah daerah didorong menetapkan dan mengaktifkan rencana aksi musim hujan pada November,” kata Berton. Ia menambahkan pembaruan rencana kontingensi perlu memperhatikan skenario dampak, pembagian peran antarinstansi, pemicu aktivasi, jalur evakuasi, dan ketersediaan sumber daya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Selain itu, kesiapan logistik perlu diperiksa agar kebutuhan pengungsi terpenuhi. Sistem peringatan dini juga diminta diuji hingga tingkat desa, sementara posko, perahu karet, tim reaksi cepat, pemantauan tinggi muka air, dan dapur umum disiapkan sebelum puncak musim hujan.
Perhatian khusus lereng bekas karhutla
Berton menyebut perhatian khusus diperlukan pada lereng yang terdampak karhutla, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pemantauan sejak awal musim hujan dinilai penting untuk mengantisipasi potensi banjir bandang dan longsor.
BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla maupun bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim.









