JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutasi 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026, dengan 70 personel mendapat promosi atau jabatan baru dan 19 Kapolda berganti.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram bernama ST/2205/X/KEP./2026. Selain 70 personel yang menempati jabatan baru, sebanyak 21 personel memperoleh kenaikan tingkat kepangkatan serta penyesuaian jenjang jabatan. Sebanyak 14 jabatan pejabat utama (PJU) di Mabes Polri juga turut berganti.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurut dia, penyegaran dilakukan menyesuaikan kebutuhan institusi sekaligus untuk pembinaan karier anggota.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Posisi Strategis hingga Pimpinan Wilayah Berganti
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri yang berganti antara lain Irwasum Polri, Kabaintelkam, Kabareskrim, Kabaharkam, hingga Kadiv Propam. Di tingkat kewilayahan, Irjen Dadang Hartanto dipercaya menempati posisi Kapolda Metro Jaya, sementara Komjen Asep Edi Suheri berpindah menduduki jabatan Kabareskrim Polri.
Penyegaran untuk Pembinaan Karier
Rangkaian mutasi ini menyentuh hampir seluruh lini, mulai dari markas besar hingga kepolisian daerah. Polri memandang penyegaran jabatan sebagai keniscayaan organisasi agar setiap fungsi berjalan optimal dan setiap perwira memperoleh ruang mengembangkan kemampuan di tempat tugas yang baru.









