Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup. (Foto: CNN Indonesia)

Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup. (Foto: CNN Indonesia)

Labuan Bajo, ArgumenRakyat.com — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo membatasi sementara aktivitas pelayaran di lima perairan Taman Nasional Komodo untuk operasi SAR korban tenggelamnya KM Feronia, Senin (19/10).

Pembatasan berlaku pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 07.00 hingga 17.00 WITA. Selama kurun waktu itu, seluruh nakhoda kapal dilarang beraktivitas wisata di lima perairan, yakni Perairan Batu Bolong, Mawan, Siaba Kecil, Siaba Besar, dan Tatawa Kecil.

Baca Juga:  Kebakaran Landa Gudang Kapal Fiber di Kepulauan Seribu

“Pembatasan sementara ini kami terapkan agar jalur pencarian tidak terganggu oleh lalu lintas kapal wisata, sehingga tim SAR dapat bekerja lebih fokus, aman, dan cepat dalam menemukan korban. Kami mohon pengertian seluruh pelaku usaha dan wisatawan,” ujar Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stefanus Risdiyanto.

Hari Keenam, 266 Personel Dikerahkan

Operasi SAR hari keenam melibatkan 266 personel dari berbagai unsur gabungan. Tim dibagi ke dalam sembilan unit pencarian untuk menyisir permukaan air, didukung KRI Satran Pulau Fani-731.

Baca Juga:  Febri Ardiansyah Mengundurkan Diri dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Normal

Pencarian juga memakai side scan sonar, ROV SKYRO, serta sonar multibeam. Tim menemukan tumpahan minyak di perairan Batu Bolong yang diduga berkaitan dengan KM Feronia.

Pencarian Korban Belum Membuahkan Hasil

Hingga Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 18.00 WITA, pencarian korban belum membuahkan hasil. Setelah evaluasi, operasi dilanjutkan pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 06.00 WITA.

Berita Terkait

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
BNPB Petakan 44 Area Terbakar di Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB