Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Palembang, ArgumenRakyat.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (20/10) pagi.

Pekatnya kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai mengganggu kesehatan warga. Pantauan di sejumlah titik menunjukkan jarak pandang terbatas hanya beberapa meter dan sejumlah pengendara terpaksa menyalakan lampu kendaraan meski hari masih pagi.

Warga Keluhkan Sesak Napas

Warga yang beraktivitas di luar ruangan mengeluhkan dampak kabut asap, mulai dari sesak napas hingga mata perih. Salah satunya dirasakan Diah Gunderi, seorang pegawai negeri di Palembang, yang mengaku kabut asap pagi itu jauh lebih tebal dibanding hari sebelumnya.

Baca Juga:  Bareskrim Gerebek 9 Sarang Narkoba Sumut, 36 Diamankan

“Kabut kembali tebal dan pekat, sesak nafas dan mata perih,” kata Diah, Selasa.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 44 area terbakar di Sumatera Selatan dan menyebut sebagian besar kebakaran diduga akibat aktivitas pembukaan lahan. Kualitas udara di Palembang sempat masuk kategori sangat tidak sehat dengan PM2.5 tembus 215,6 mikrogram per meter kubik pada Senin (19/10).

Baca Juga:  DPR Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla

Warga Berharap Langkah Cepat

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah cepat untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan agar kabut asap tidak semakin parah. Dampak asap yang berulang setiap pagi membuat aktivitas harian warga, terutama kelompok rentan, kian terganggu.

Berita Terkait

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup
BNPB Petakan 44 Area Terbakar di Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB