Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Sineas muda asal Sumatera Barat, Nabil Anjabi, menyiapkan film tentang tradisi magis Lukah Gilo di Solok. Ia menilai tradisi itu belum pernah didokumentasikan dalam bentuk film sehingga terancam tidak diwarisi generasi berikutnya.

Nabil menyebut film bertema Lukah Gilo itu menjadi proyek berikutnya setelah ia mengerjakan sejumlah karya pendek semasa menempuh pendidikan Manajemen Produksi Siaran di sekolah tinggi multimedia MMTC Yogyakarta. Ia memilih tradisi itu setelah melakukan riset lebih dulu, bukan sekadar ingin mengangkat identitas daerah.

Belum Ada Film yang Mendokumentasikan Lukah Gilo

Menurut Nabil, alasannya sederhana karena belum ada dokumentasi film yang khusus mengangkat tradisi tersebut. “Film tentang luka gilu itu belum ada dijadikan dokumentasi film,” katanya. Ia mengaku sempat mempertimbangkan kesenian lain seperti silat dan randai sebelum akhirnya memilih Lukah Gilo.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Bidik Mafia Tambang Emas Ilegal di Sumbar: Tim Khusus Diterjunkan, Usut Keterlibatan Korporasi

Lukah Gilo merupakan pertunjukan bernuansa magis khas Minangkabau. Nabil mengingatkan, jika tradisi itu tidak difilmkan, pengetahuan yang dipegang para pemainnya tidak akan turun ke generasi berikutnya dan berpotensi lenyap bersama para pewarisnya yang kini semakin sedikit.

Karena itulah ia menegaskan film ini dibuat bukan sekadar demi mengangkat identitas daerah. “Nabil bikin film ini bukan semena-mena karena mau mengangkat identitas daerah, tapi lebih dari itu karena buat arsip buat ke generasi-generasi yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga:  Resmi Bermitra, Dimensia Creative dan Hijrah Muslim Center Sepakat Kembangkan Potensi Multimedia di Payakumbuh

Film sebagai Arsip dan Cara Melestarikan Budaya

Nabil meyakini sejarah juga dibangun dari cerita dan film, bukan hanya dari buku. Dengan masuk ke medium film, tradisi kedaerahan bisa dilihat kembali oleh generasi berikutnya meski pertunjukan aslinya sudah tidak digelar lagi di kampung halaman.

Setelah menyelesaikan seminar hasil, Nabil berencana tetap menempuh jalur festival film di dalam maupun luar negeri. Baginya, mengangkat budaya daerah adalah salah satu cara anak muda mempertahankan identitas. “Mengangkat budaya ini salah satu bentuk cara anak muda untuk gimana cara melestarikan budayanya,” ujarnya.

Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang
LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot
Semen Padang Ditahan Imbang PSMS Medan 1-1 di Bekasi
Advokat Dorong Peradilan Adat Diakui Sistem Hukum
Tim Sepak Bola Payakumbuh Raih Emas Porprov Sumbar
Dua Kelarasan dan Cara Sengketa Adat Diselesaikan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:45 WIB

LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB