Jakarta, ArgumenRakyat.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi menguat pada Selasa seiring pelaku pasar merespons kebijakan otoritas pasar modal yang menindaklanjuti evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG hari ini dibuka menguat dan kembali ke level 5.000. Pada pukul 09.05 WIB, indeks berada di 5.077,80, naik 80,91 poin atau 1,63 persen. Selang dua puluh menit kemudian, pada pukul 09.25 WIB, IHSG menguat 135,75 poin atau 2,72 persen ke posisi 5.132,36, sedangkan indeks LQ45 naik 23,86 poin atau 4,88 persen ke posisi 512,32.
Dua Inisiatif Baru Bursa
Otoritas pasar modal mengubah batas Auto Reject Bawah (ARB) menjadi 7 persen, sementara beberapa emiten mengumumkan buyback saham. Bursa juga mengumumkan dua inisiatif baru, yakni penambahan keterangan status afiliasi atau non-afiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, serta mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration (HSC) dari IHSG. Saham kategori HSC saat ini tercatat sebanyak 80 saham atau berbobot 18 persen dari IHSG.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →“Jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk menguat di atas level 5.000 pada perdagangan Selasa,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
“Kebijakan tersebut bertujuan membuat pergerakan IHSG mencerminkan kondisi pasar yang lebih wajar,” ujar Ratna. Ia menilai kedua kebijakan itu diharapkan mendukung pemenuhan standar MSCI, meski bukan jaminan lembaga pemeringkat tersebut akan merespons positif. “Proses penyesuaian ini dapat meningkatkan volatilitas pasar, namun diharapkan mendukung pembentukan indeks yang lebih mencerminkan kondisi pasar dan likuiditas saham secara representatif,” ujarnya.
Sinyal dari Bursa Global
Dari mancanegara, mayoritas saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada Senin (19/10) setelah aksi jual tajam pada sektor kecerdasan buatan. “Investor menantikan keputusan kebijakan Fed pekan depan, dimana para pejabat diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah,” ujar Ratna.
Harga minyak mentah WTI menguat pada level 103 dolar AS per barel dan Brent bertahan di sekitar level 109 dolar AS per barel. Ratna menambahkan para investor mengalihkan perhatian pada rangkaian laporan laba kuartalan yang mulai dirilis pekan ini. Sepanjang sebulan terakhir, IHSG tercatat melemah 19,11 persen dan sepanjang 2026 turun hingga 41,28 persen.









