JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kasus Influenza A yang kembali merebak di sejumlah wilayah membuat banyak orang keliru menyamakannya dengan flu biasa, padahal keduanya berbeda dari sisi penyebab maupun gejala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya memantau kenaikan kasus influenza di beberapa titik, termasuk di Jawa Timur. “Memang kita ada beberapa titik-titik yang kami lihat kenaikan influenza ini kami monitor,” katanya.
Demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan badan tidak enak memang dapat muncul pada influenza maupun selesma atau common cold. Kemiripan inilah yang membuat keduanya sering dianggap penyakit yang sama.
Gejala Influenza A Muncul Mendadak
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengelompokkan virus influenza menjadi empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Pada manusia, influenza musiman terutama disebabkan virus Influenza A dan B, dengan subtipe A(H1N1) dan A(H3N2) yang diketahui beredar pada manusia.
Gejala influenza umumnya datang mendadak, mulai dari demam atau menggigil, batuk, sakit kepala, nyeri tubuh, hingga kelelahan. Penelitian yang diterbitkan di jurnal BMJ menunjukkan demam cukup membantu mengidentifikasi influenza, sementara batuk memiliki sensitivitas tinggi sekitar 92 persen pada orang dewasa. Kombinasi keduanya memberi petunjuk lebih kuat dibanding satu gejala saja.
Flu Biasa Berkembang Bertahap
Berbeda dari influenza, selesma merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang bisa disebabkan lebih dari 200 jenis virus pernapasan. Penyebab paling umum adalah rhinovirus, meski coronavirus musiman dan adenovirus juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Gejala selesma biasanya lebih ringan dan berkembang bertahap, seperti pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Demam pada orang dewasa relatif jarang dan jika muncul umumnya ringan. Karena gejalanya menyerupai berbagai infeksi pernapasan lain, memastikan diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan atau tes.








