Jakarta, ArgumenRakyat.com — Isu penggunaan formalin pada sayuran kembali mencuat setelah muncul dugaan pedagang di Zhangjiakou, China, menambahkan formaldehida pada sayur sawi agar tetap terlihat segar. Ahli toksikologi membagikan cara mendeteksi dan mengolah sayuran dengan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahli toksikologi RS Memorial Chang Gung, Taipei, Yen Tsung-hai, mengatakan kekhawatiran tentang pengawet pada produk segar telah ada selama bertahun-tahun. Namun, sayur yang tetap segar dalam waktu lama belum tentu mengandung bahan kimia, karena kadar air rendah, kemasan kedap udara, dan penyimpanan yang tepat juga dapat memperpanjang umur simpan.
“Bahan tambahan makanan tidak boleh digunakan langsung pada sayuran segar seperti sawi dan pakcoy. Penggunaan formaldehida untuk memperpanjang kesegaran adalah ilegal dan berbahaya,” tegas Tsung-hai.
Tanda Sayur yang Perlu Diwaspadai
Formaldehida diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1. Jika tertelan, zat ini dapat mengiritasi saluran pencernaan serta memicu mual, muntah, dan sakit perut, sedangkan paparan jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring dan leukemia. Pada kadar rendah, formaldehida sulit dideteksi hanya dari penampilan atau aroma.
Konsumen disarankan mencium aroma sayuran terlebih dahulu karena sayur segar biasanya berbau alami yang lembut. Permukaan bekas potongan juga perlu diperiksa; potongan alami cenderung mengalami oksidasi dan sedikit menguning seiring waktu, sedangkan potongan yang terlalu putih dan halus patut dipertanyakan. Produk yang tampak sempurna di luar tetapi lunak, lembek, atau busuk di dalam juga perlu diwaspadai.
Cara Aman Mengolah Sayuran
Tsung-hai mengingatkan sayuran harus dicuci bersih sebelum diolah dengan memisahkan daun dan membilasnya satu per satu di bawah air mengalir. Ia juga menyarankan merendam sayuran dalam air sekitar 40 menit karena banyak pengawet larut dalam air, lalu memasaknya dengan panci terbuka agar sebagian zat kimia mudah menguap. Anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan masalah hati diminta lebih berhati-hati terhadap paparan bahan pengawet karena tidak ada penawar khusus untuk melawan formaldehida.









