JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 50,14 poin atau 0,78 persen ke posisi 6.512,57 pada Jumat pagi (18/9/2026) seiring menguatnya bursa kawasan Asia dan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hampir Seluruh Sektor Bergerak Hijau
Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor saham, mulai dari bahan baku, transportasi, energi, infrastruktur, properti, industri, teknologi, hingga konsumer. Hanya sektor keuangan dan kesehatan yang tercatat melemah. Sebanyak 273 saham berada di zona hijau, 135 saham melemah, dan 555 saham lainnya stagnan pada awal perdagangan.
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 648,79. Nilai transaksi awal menyentuh Rp482 miliar dengan volume 868 juta lembar saham.
Sentimen Geopolitik dan Obligasi Jadi Penopang
Risiko geopolitik di Timur Tengah dilaporkan mulai mereda seiring berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Arab Saudi menargetkan pemulihan sekitar setengah kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari dan mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui Selat Hormuz untuk menekan risiko gangguan pasokan.
“Apabila IHSG gagal bertahan di atas support 6.431-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.511-6.523,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Sentimen pasar juga membaik setelah investor mulai mengesampingkan kekhawatiran pasca keputusan The Fed dan kembali fokus pada penurunan yield obligasi jangka panjang. Penguatan saham teknologi turut menjadi penopang pergerakan indeks pada sesi pembukaan hari ini.








