KPK Sita Rp106,3 Miliar di OTT ATR/BPN, 8 Tersangka

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai dalam konferensi pers OTT di Kementerian ATR/BPN. (Foto: Dok. ANTARA)

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai dalam konferensi pers OTT di Kementerian ATR/BPN. (Foto: Dok. ANTARA)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang dan perangkat elektronik senilai total sekitar Rp106,3 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan nilai barang bukti itu merupakan yang terbesar dari seluruh kegiatan tangkap tangan yang pernah dilakukan lembaganya. “Nilainya kurang lebih mencapai Rp106,3 miliar. Ini termasuk jumlah terbanyak dari kegiatan tangkap tangan yang sudah dilakukan oleh KPK sebelum-sebelumnya,” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Rincian Uang Disita dari Sejumlah Lokasi

Sebagian besar uang ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, yang diduga termasuk orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Penyidik menemukan sejumlah koper berisi uang pecahan rupiah dan mata uang asing. “Kalau dirinci ada Rp31,86 miliar, kemudian 2.611.500 dolar Amerika Serikat, 1.974.500 dolar Singapura, 910 riyal Arab Saudi, dan 981 ringgit Malaysia,” ujar Taufik.

Baca Juga:  KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Dari lokasi lain, KPK menyita Rp896 juta dari Rizal Pahlevi selaku pihak swasta atau perantara PT Summarecon Agung Tbk; Rp8 juta dari Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I; serta Rp49,5 juta dari Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung.

Delapan Tersangka Ditahan 20 Hari

KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB). Mereka adalah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung; Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi; Rizal Pahlevi; mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto; Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq; serta dua pihak swasta, Erwin dan Muhammad Fakhry.

Baca Juga:  Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Empat di antara tersangka disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Sejumlah media telah berupaya meminta tanggapan Nusron terkait keterlibatan para orang kepercayaannya, namun belum ada jawaban.

OTT di kawasan Jabodetabek sendiri dilakukan pada Senin, 14 September 2026, terkait dugaan korupsi dalam pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan tersangka dan menahan mereka selama 20 hari pertama. Penyidikan masih berlanjut, dan seluruh tersangka tetap berhak atas asas praduga tak bersalah.

Berita Terkait

E-Berpadu dan AI Majelis Hakim, Wajah Baru Peradilan
Hujan Es Terjang Kuningan, 50 Rumah Warga Rusak
Pasutri Bunuh Bayi di Toilet Umum Kebayoran Lama
Enam Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir dan Longsor
BNPB: 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalteng Terluas
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram
MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Golkar Desak Ketum Parpol
Kapolres Payakumbuh Kerahkan Lintas Fungsi Sisir Geng Motor

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

E-Berpadu dan AI Majelis Hakim, Wajah Baru Peradilan

Selasa, 3 November 2026 - 11:49 WIB

Hujan Es Terjang Kuningan, 50 Rumah Warga Rusak

Selasa, 3 November 2026 - 11:43 WIB

Pasutri Bunuh Bayi di Toilet Umum Kebayoran Lama

Selasa, 3 November 2026 - 11:38 WIB

Enam Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir dan Longsor

Selasa, 3 November 2026 - 11:32 WIB

BNPB: 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalteng Terluas

Berita Terbaru

Narasumber podcast Kusieh Bendi menjelaskan digitalisasi peradilan. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Digital

E-Berpadu dan AI Majelis Hakim, Wajah Baru Peradilan

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:46 WIB

Hujan Es Terjang Kuningan, 50 Rumah Warga Rusak. (Foto: Dok. Tribun Jogja)

Nasional

Hujan Es Terjang Kuningan, 50 Rumah Warga Rusak

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:49 WIB

Pasutri Bunuh Bayi di Toilet Umum Kebayoran Lama. (Foto: Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

Hukum

Pasutri Bunuh Bayi di Toilet Umum Kebayoran Lama

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:43 WIB

Enam Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir dan Longsor. (Foto: Dok. BMKG Maritim Tanjung Perak)

Nasional

Enam Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir dan Longsor

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:38 WIB

BNPB: 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalteng Terluas. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

BNPB: 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalteng Terluas

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:32 WIB