Jakarta, ArgumenRakyat.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat portofolio kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 8,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.235,4 triliun hingga triwulan II 2026, menegaskan UMKM tetap menjadi core business perseroan, Senin (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian tersebut dipaparkan dalam press conference kinerja keuangan BRI triwulan II 2026 di Jakarta. Porsi pembiayaan UMKM mendominasi hingga 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group, menunjukkan ekspansi bisnis ke berbagai segmen tidak menggeser fokus utama perseroan pada ekonomi kerakyatan.
Pemberdayaan End-to-End
"BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia," kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menjelaskan dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa, sementara program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.
Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah dimanfaatkan sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku usaha bergabung dalam ekosistem Rumah BUMN. "Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM," ujar Aquarius.
Kinerja Solid di Semester I
Komitmen BRI pada UMKM sejalan dengan kinerja perseroan yang tetap solid. Hingga triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan, dengan penyaluran kredit tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian tercatat Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5 persen.









