Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang. (Foto: Tribunnews)

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang. (Foto: Tribunnews)

**SUMBAWA, ArgumenRakyat.com** — Longsor di tambang emas ilegal Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam (5/9/2026), menewaskan tiga penambang dan melukai enam pekerja lainnya.

Longsor terjadi sekitar pukul 21.30 Wita saat para pekerja sedang mengambil material di bawah tebing. Tebing yang labil tiba-tiba runtuh dan menimpa sembilan orang yang berada di lokasi penambangan di kawasan Lawang Tua, Kecamatan Lantung. Lokasi tersebut berjarak sekitar 235 kilometer dari Kota Mataram, ibu kota NTB.

Ketiga korban meninggal adalah SF (58) asal Kecamatan Moyo Hilir, I (19) asal Kecamatan Moyo Hilir, serta SY (44) asal Kecamatan Lopok. Enam pekerja lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan. Aparat kepolisian langsung menghentikan aktivitas penambangan liar tersebut dan mengamankan sejumlah barang di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Darurat Bencana Awal Tahun: Banjir Jakarta Meluas ke 78 RT, Longsor Bandung Barat Tewaskan 7 Orang dan 114 Hilang

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini menyatakan lokasi tambang itu belum mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR). “Kami juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab longsor serta ada tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut,” tuturnya, Senin (7/9/2026). Pihak kepolisian pun meminta masyarakat menghentikan aktivitas penambangan ilegal karena membahayakan nyawa.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kondisi tambang dalam keadaan labil sehingga mudah longsor. Penambangan tanpa izin di kawasan perbukitan itu selama ini berisiko tinggi, terlebih saat para pekerja beraktivitas langsung di bawah tebing yang tidak stabil.

Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Ade Zamrah menerangkan penyelidikan kini memasuki tahap olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab longsor. “Polisi telah melaksanakan olah TKP dan melakukan langkah-langkah penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:  Batu Besar Menggantung, Pembersihan Material Longsor di Lembah Anai Tertahan

“Untuk penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses pendalaman,” lanjut Ade Zamrah. Jika ditemukan tindak pidana, polisi akan melakukan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

DPRD Sumbawa Desak Penindakan Tegas

DPRD Kabupaten Sumbawa mendesak penindakan tegas terhadap praktik penambangan liar di wilayahnya demi menjamin keselamatan warga. Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mempertaruhkan nyawa para pekerja yang umumnya warga sekitar.

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB