Mahfud MD Sindir Tajam Kebocoran Anggaran dan Sengkarut Korupsi Makan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Mahfud MD dalam channel YouTube Mahfud MD Official, program Terus Terang, diunggah pada 23 Juni 2026

Tangkapan layar Mahfud MD dalam channel YouTube Mahfud MD Official, program Terus Terang, diunggah pada 23 Juni 2026

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, kembali melontarkan kritik tajam terhadap karut-marut penegakan hukum dan pengelolaan kebijakan negara.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat tayangan podcast “Terus Terang” miliknya yang diunggah pada 23 Juni 2026, pakar hukum tata negara ini menyoroti sejumlah isu krusial yang tengah memicu gelombang demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah, mulai dari skandal korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penangkapan kontroversial pakar telematika Roy Suryo.

Di samping itu, Mahfud juga menepis anggapan bahwa aksi protes mahasiswa harus diredam dengan kekerasan. Sebaliknya, ia mendesak pemerintah agar menghadapi gejolak sosial ini dengan dialog sektoral, bukan represi. Namun, fokus utama kegusaran Mahfud tertuju pada skandal korupsi program MBG yang diusut oleh Kejaksaan Agung. Ia mengungkapkan bahwa dari alokasi anggaran ratusan triliun rupiah, nilai makanan yang sampai ke tangan rakyat sangatlah mengenaskan akibat kebocoran anggaran yang masif di tingkat birokrasi.

Baca Juga:  Rupiah Menguat ke Rp17.863 per Dolar AS Usai Pidato Prabowo

“Korupsinya gila-gilaan ini MBG ini. Sampai ke rakyat kecil malah lebih banyak alat-alat yang dibeli daripada uang yang dinikmati rakyat. Lebih banyak alatnya daripada yang dimakan rakyat,” ujar alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) itu dalam klip awal video yang sepertinya digabungkan sari momen yang berbeda.

Menurut data yang dikantonginya, nilai makanan riil yang diterima warga di daerah tertinggal bahkan berada di bawah Rp8.000 per porsi. Mahfud mendukung program tersebut diteruskan demi rakyat miskin, namun mendesak perbaikan tata kelola yang mendasar serta penegakan hukum yang tanpa pandang bulu. “Proses hukum terhadap para begundal-begundal ini harus ditegakkan secara sungguh-sungguh,” ujarnya.

Sengkarut MBG kian pelik setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Soni Sanjaya bernyanyi di hadapan penyidik Kejaksaan Agung. Dari semula 26 nama, kini mencuat 41 nama politisi, anggota DPR, hingga lingkar dalam istana yang diduga kuat menitipkan puluhan ribu titik dapur demi meraup keuntungan ratusan juta rupiah per titik.

Baca Juga:  Febri Ardiansyah Mengundurkan Diri dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Normal

Menanggapi hal ini, mantan Ketua MK 2008 – 2013 ini menuntut agar Kejaksaan Agung segera membuka daftar nama tersebut kepada publik sebagai bentuk sanksi moral awal.

“Diumumkan aja semua siapa namanya dan apa perannya, itu sanksi moral aja sebelum sanksi pidananya,” tegas Mahfud.
Tak hanya soal MBG, Mahfud juga mengkritisi penangkapan subuh terhadap Roy Suryo dan dr. Tifa oleh Polda Metro Jaya terkait polemik ijazah Joko Widodo. Meski menilai penahanan itu merupakan kewenangan sah kepolisian, Mahfud melihat adanya kejanggalan taktis dalam konstruksi hukumnya.

Ia berpendapat bahwa secara substansi, kejaksaan dan hakim di pengadilan seharusnya membuktikan keaslian dokumen ijazah tersebut terlebih dahulu, bukannya langsung menjerat terdakwa dengan pasal penyebaran berita bohong yang memicu keonaran. “Masyarakat bertanya-tanya, yang sudah divonis saja belum dieksekusi, ini yang belum tentu bersalah justru ditahan,” tutur Mahfud.

Berita Terkait

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB