PANDEGLANG, ArgumenRakyat.com — Tim SAR gabungan memperluas area pencarian rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda menjadi 8.509 nautical mile (NM) persegi pada hari ke-10, Kamis (17/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perluasan itu hampir tiga kali lipat dibandingkan hari kesembilan yang mencakup 3.439 NM persegi. Pencarian hari ini dibagi ke dalam 10 sektor penyisiran, dengan fokus sektor U yang menyisir pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Handeuleum, Banten.
KN SAR Tetuka bersama personel gabungan berangkat dari Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, menuju sektor U dengan dukungan kapal dilengkapi perahu karet (RIB), teropong, dan radar. Tim menghadapi kendala berupa jarak pandang terbatas serta gelombang tinggi.
Delapan Orang Masih Dicari
Rombongan yang hilang terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donal, serta tiga kru kapal, yaitu Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Operasi melibatkan 523 personel SAR gabungan.
Sektor pencarian terluas hari ini berada di Sektor C seluas 3.380 NM persegi yang disisir KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar hingga memasuki perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.
Kasubdit Patroli Polda Banten AKBP Lis Handaya mengingatkan personel tetap tenang dan berhati-hati selama melakukan pencarian di laut. “Di laut banyak sesuatu yang terjadi, kita harus tenang,” ujar dia. Sebelum bertolak, seluruh personel gabungan menggelar doa bersama agar rombongan segera ditemukan.
Dapur Umum Beroperasi 10 Hari
Di darat, Pemerintah Provinsi Banten memaksimalkan layanan dapur umum Dinas Sosial yang telah beroperasi 10 hari untuk mendukung pergerakan tim Basarnas, personel gabungan, hingga keluarga korban.
“Pelayanan dapur umum ini terus disiagakan secara maksimal untuk mendukung pergerakan operasional tim Basarnas, seluruh personel gabungan, hingga keluarga survivor,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang.
Dapur umum memanfaatkan truk modifikasi dan memproduksi lebih dari 450 porsi per hari, melebihi alokasi formal 350 porsi untuk tiga kali makan. Sekitar 30 personel relawan terlatih dari Dinsos Banten, Tagana, Kampung Siaga Bencana, serta ibu-ibu dari Kecamatan Carita, Labuan, dan Jiput menggerakkan layanan itu. Lukman memastikan layanan dapur umum siap mendukung hingga operasi SAR berakhir atau kembali diperpanjang.








