24 Los Pasar Blok Timur Payakumbuh Ludes Terbakar

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kawasan Pasar Blok Timur Payakumbuh pascakebakaran yang menghanguskan 24 los, terlihat dari udara. (Foto: Dok. Dimensia Creative)

Kondisi kawasan Pasar Blok Timur Payakumbuh pascakebakaran yang menghanguskan 24 los, terlihat dari udara. (Foto: Dok. Dimensia Creative)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Kebakaran menghanguskan 24 los di Pasar Blok Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Kamis (15/10/2026) dini hari. Api sempat mengancam bangunan di sekitarnya sebelum berhasil dipadamkan petugas.

Kebakaran pertama kali diketahui warga yang melintas di lokasi. Mereka melihat api membakar Los Batiah di kawasan Pasar Blok Timur, lalu melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh, Dewi Novita, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui telepon pada pukul 00.58 WIB. Satu menit berselang, empat mobil damkar beserta personel bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 01.01 WIB.

Baca Juga:  Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka

Menurut Dewi, penanganan berlangsung sekitar 1 jam 36 menit sejak petugas tiba. Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 02.37 WIB.

Dalam penanganan itu, Damkar Kota Payakumbuh dibantu empat unit mobil damkar dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Turut membantu pula personel TNI dan Polri, petugas PLN, PMI, Trantib, serta Satpol PP.

Api Dikendalikan, 24 Los Hangus

Dewi menyebutkan api sempat membahayakan bangunan di sekitar lokasi. Namun petugas berhasil mencegahnya menjalar ke bagian pasar yang lain. Akibat peristiwa itu, sebanyak 24 los hangus terbakar.

Baca Juga:  Agam Usulkan 1.000 Hektare Lahan Terlantar Diaktifkan Kembali

Ia memastikan tidak ada korban luka dalam kebakaran tersebut. “Data identitas pemilik maupun pedagang yang losnya terdampak masih didata petugas,” kata Dewi, Kamis (15/10/2026).

Penyebab dan Kerugian Masih Didata

Perihal penyebab, Dewi mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang membakar puluhan los itu. Nilai kerugian materiel juga masih dihitung.

Kawasan Pasar Payakumbuh sebelumnya juga pernah dilanda kebakaran. Pada 16 Februari 2026, sebuah ruko karpet di Pasar Blok Timur terbakar, begitu pula sejumlah pertokoan di kawasan yang sama pada 6 September 2026.

Berita Terkait

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap
Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang
LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot
Semen Padang Ditahan Imbang PSMS Medan 1-1 di Bekasi
Advokat Dorong Peradilan Adat Diakui Sistem Hukum
Tim Sepak Bola Payakumbuh Raih Emas Porprov Sumbar

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:45 WIB

LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB