PADANG, ArgumenRakyat.com — Seorang mahasiswi Politeknik Negeri Padang (PNP), Sepriani Wirda Nengsih, meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak mobil Hyundai Santa Fe di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 17.07 WIB.
Keluar dari Kawasan Proyek, Ditabrak dari Belakang
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo melalui Kanit Gakkum Iptu Jefri menyebutkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BM 3972 ABZ dikendarai Raisyah Ghea Wulandri dan diboncengi Sepriani. Keduanya baru keluar dari kawasan konstruksi PT Puri Global Sukses dan hendak menuju tempat kos.
“Pengemudi hendak mengambil handphone miliknya yang berada di dasbor mobil sehingga tidak fokus dan menabrak sepeda motor Honda Beat dari arah belakang,” kata Jefri, Sabtu (24/10/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Mobil Hyundai Santa Fe bernomor polisi BP 1618 IJ itu melaju dari arah Bundaran Pasir Putih menuju Bundaran Ocarina. Setelah benturan, kedua korban terjatuh dan sepeda motor terseret hingga sekitar 30 meter. Kerugian materiil akibat kecelakaan ditaksir mencapai Rp1 juta.
Warga dan pengendara lain yang melihat peristiwa itu mengejar mobil tersebut. Saksi mata, Setiawan, mengatakan dirinya ikut menghadang kendaraan dari arah depan. Laju mobil baru terhenti setelah sepeda motor korban tersangkut melintang di bagian ban depan. Pengemudi berinisial WA kini diamankan di Satlantas Polresta Barelang untuk pemeriksaan.
Magang di Batam, Jenazah Dipulangkan ke Sumbar
Kepala Subbagian Umum PNP Fajri Arianto mengatakan kedua mahasiswi itu menjalani Praktik Kerja Lapangan di PT Puri Global Sukses sejak 12 Agustus 2026. Keduanya mahasiswi Program Studi D3 Teknik Sipil angkatan 2023.
“Korban atas nama Ghea dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian pinggang dan tangan dan menjalani perawatan di RS Elisabeth Botania, Batam. Korban menjalani operasi hari ini pukul 10.00 WIB,” ujar Fajri.
Jenazah Sepriani dipulangkan dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim sekitar pukul 11.00 WIB menuju Bandar Udara Internasional Minangkabau. Ambulans PNP bersama pimpinan dan mahasiswa menunggu kedatangan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka di Bangko Kajai, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.
“Saat ini ambulans PNP sudah menunggu di BIM bersama pimpinan dan mahasiswa. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Pasaman,” katanya. Kasus ini ditangani Satlantas Polresta Barelang dan masih dalam penyelidikan.









