PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Payakumbuh Rahmanda Fajri menilai bonus demografi bisa berbalik menjadi bencana demografi bila pemuda tidak disiapkan. Ia menekankan kaderisasi dan peningkatan keterampilan sebagai kunci.
Menurut Fajri, momentum penduduk usia produktif yang melimpah hanya datang sekali dan tidak akan terulang dalam waktu dekat. Karena itu, ia menilai periode ini harus dimaksimalkan lewat peningkatan keterampilan anak muda. “Jadi bonus demografi ini tentu harus kita maksimalkan mulai dari peningkatan skill anak muda,” ujarnya dalam podcast Kusieh Bendi.
Ia mengingatkan, jumlah angkatan muda yang besar tanpa perhatian serius justru bisa menjadi beban pembangunan. “Tetapi tentu ini ketika tidak menjadi perhatian serius, ini bisa menjadi bencana demografi juga,” katanya. Kegagalan menyalurkan bakat dan minat pemuda, lanjut dia, akan membuat daerah kekurangan sumber daya manusia untuk memimpin dan menjalankan roda pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →KNPI Diminta Jadi Cetakan Pemimpin
Fajri menyebut organisasi kepemudaan harus bertransformasi menjadi ruang pembentukan pemimpin, bukan sekadar wadah seremonial. “KNPI ini harus menjadi akselerator labor bagi pencetakan pemimpin-pemimpin di masa depan,” ujarnya. Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi pemuda diukur dari apakah program kerjanya efektif dan tepat sasaran.
Untuk mewujudkannya, KNPI Kota Payakumbuh menyiapkan dua agenda menyambut Sumpah Pemuda. Pada 23 hingga 25 Oktober 2026 digelar Payakumbuh Youth Leadership Camp, disusul Rapat Paripurna Pemuda pada 28 Oktober 2026. Keduanya dirancang menyatukan organisasi kemasyarakatan pemuda, badan eksekutif mahasiswa, perwakilan kelurahan, hingga komunitas hobi.
Dari sekitar 38 organisasi kepemudaan di Kota Payakumbuh, 34 di antaranya berhimpun di bawah KNPI. Fajri menyebut sejumlah organisasi memiliki program produktif, tetapi belum mendapat akses fasilitasi dan dukungan kegiatan. Ketika organisasi vakum, regenerasi dan kaderisasi ikut terhenti.
Wadah Kolaborasi Lintas Sektor
Fajri menegaskan KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda dengan latar ideologi dan minat yang beragam. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi jalan agar potensi pemuda tidak berjalan sendiri-sendiri. “KNPI harus merepresentasikan bahwa wadah ini adalah wadah kolaborasi,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan organisasi pemuda saling mendorong agar bonus demografi menjadi peluang. Tanpa jaminan pembinaan, ia menilai generasi muda berisiko sulit mengambil estafet kepemimpinan pada masa mendatang.
Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.









