Jakarta, ArgumenRakyat.com — PT Nusantara Regas menyalurkan 33 kargo gas alam cair hingga triwulan III 2026 untuk memasok pembangkit listrik dan industri di Jakarta serta Jawa bagian barat.
Kinerja Operasional hingga September
Direktur Utama Nusantara Regas Mohd Iskandar Mirza menyatakan perusahaan membukukan realisasi penerimaan LNG sebesar 96.707.127 MMBTU dengan penyerahan gas 96.548.452 MMBTU, atau setara 33 kargo, hingga triwulan III 2026. Perusahaan afiliasi Pertamina bersama PGN itu mengoperasikan fasilitas penerimaan dan regasifikasi di perairan Teluk Jakarta.
Menurut Mirza, capaian itu menegaskan peran perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi pelanggan. “Capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung ketahanan energi nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik dan industri konsumen PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) strategis di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ia menambahkan kinerja tersebut merupakan hasil optimalisasi operasional dan komitmen perusahaan memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan. “Kinerja positif hingga triwulan III 2026 menjadi motivasi bagi NR untuk terus menjaga keandalan operasional hingga akhir tahun. Seiring dengan kebutuhan gas bumi yang terus berkembang, kami berkomitmen memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran penyaluran energi guna mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Keandalan Fasilitas dan Keselamatan Kerja
Keandalan operasional turut tercermin dari capaian plant availability factor sebesar 96 persen hingga September 2026. Angka itu menunjukkan tingginya tingkat kesiapan fasilitas FSRU Nusantara Regas Satu dalam mendukung proses regasifikasi dan penyaluran gas bumi kepada pelanggan.
Dari aspek keselamatan kerja, perusahaan mencatatkan 1.019.352 jam kerja aman sepanjang Januari hingga September 2026. Secara kumulatif, Nusantara Regas telah membukukan 15.846.059 jam kerja aman sejak 2011 hingga September 2026.
Mirza menyampaikan capaian itu tidak terlepas dari dedikasi seluruh perwira perusahaan yang menjaga keselamatan dan keandalan fasilitas operasional selama 24 jam. Sistem manajemen operasionalnya pun telah mengantongi sertifikasi ISO 45001:2018 dan ISO 22301:2019.









