Mengenal Mestika Zed: Arsitek Pengarusutamaan Historiografi Sumatra

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Mestika Zed lahir pada 19 September 1955 di Batu Hampar, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Beliau dikenal sebagai sejarawan terkemuka Indonesia sekaligus Guru Besar di Universitas Negeri Padang. Sepanjang hidupnya, Mestika Zed mengabdikan diri untuk menggali dan meluruskan fakta-fakta sejarah yang selama ini sering terabaikan, terutama mengenai peran krusial Sumatra dalam panggung sejarah nasional. Beliau merupakan sosok yang percaya bahwa sejarah harus diletakkan pada tempat yang terhormat dan adil bagi semua wilayah di Indonesia tanpa terkecuali.

Secara epistemologis, kita dapat melihat titik awal kariernya, ditandai dari pendidikan sarjana muda di IKIP Padang, yang kemudian berlanjut ke Universitas Gadjah Mada hingga meraih gelar doktor (Ph.D) di Vrije Universiteit, Amsterdam pada 1991. Meskipun menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, fokus penelitiannya selalu kembali ke akar budaya dan sejarah tanah air. Melalui pendekatan metodologis yang ketat, titik balik perjuangannya terlihat dari kegigihannya mengoreksi narasi sejarah nasional yang selama ini meminggirkan peristiwa besar di Sumatra Barat, seperti Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), hingga sejarah Giyugun sebagai cikal bakal tentara nasional di Sumatra.

Baca Juga:  Misteri Gelap Gulita di Jantung Sumatra

Selain aktif mengajar dan menulis belasan buku penting seperti Somewhere in the Jungle dan Giyugun, Mestika Zed juga terlibat aktif dalam organisasi profesi dan sosial. Beliau merupakan tokoh pendiri Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Sumatra Barat dan Badan Warisan Sumatra Barat yang peduli pada pelestarian bangunan tua bersejarah di Kota Padang. Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan tetap terjaga hingga akhir hayatnya pada 1 September 2019 di Padang. Warisan intelektualnya terus menjadi rujukan utama bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah Indonesia secara lebih utuh, objektif, dan inklusif bagi seluruh rakyat.

Baca Juga:  Beruang Madu Korban Jerat Nilon di Perkebunan Karet Pasaman Dievakuasi ke Sijunjung

Ketika kepergiannya, AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation) turut berbelasungkawa atas meninggalnya Mestika Zed, dalam situsnya mereka menuliskan:

”Dengan rasa duka yang mendalam, AMINEF mengumumkan berpulangnya alumnus Fulbright, Prof. Mestika Zed, pada hari Minggu, 1 September 2019 di Padang, dalam usia 63 tahun.

Prof. Mestika menerima beasiswa Fulbright pada tahun 1996 untuk melakukan penelitian pascadoktoral di bidang sejarah di Cornell University. Beliau merupakan satu dari sedikit sejarawan Indonesia yang aktif dalam menyelaraskan dan meluruskan sejarah bangsa, terutama terkait dengan peran Pulau Sumatra pada era pascakemerdekaan. Beliau adalah seorang profesor sejarah di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas, Padang.”

Berita Terkait

Daulat Pemikiran Tan Malaka dan Pemulangan Makam ke Tanah Kelahiran
Bagindo Aziz Chan: Sang Garda Ketahanan Kota Padang
Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun
Syekh Abdul Hamid ”Baliau Tanjuang Ipuah” Ulama yang Melahirkan Banyak Ulama Besar
Mengenal Dewi Sartika, Perempuan Melawan yang Disapa Uwi
Rekam Jejak Inyiak De-er dalam Arus Pembaruan Islam di Ranah Minangt
Syekh Muhammad Zain: Ulama Sufi Minangkabau yang Berkiprah di Tanah Malaya
Sepenggal Cerita Mengenang Kepergian Buya Malin Putiah

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:33 WIB

Daulat Pemikiran Tan Malaka dan Pemulangan Makam ke Tanah Kelahiran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Bagindo Aziz Chan: Sang Garda Ketahanan Kota Padang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:03 WIB

Syekh Abdul Hamid ”Baliau Tanjuang Ipuah” Ulama yang Melahirkan Banyak Ulama Besar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:50 WIB

Mengenal Dewi Sartika, Perempuan Melawan yang Disapa Uwi

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB