BNN Bongkar Laboratorium Mefedron di Bali: Narkotika Sintetis Racikan Impor Incar Warga Rusia

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Konpers Tim gabungan Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai, dan Imigrasi menggerebek sebuah laboratorium gelap (clandestine laboratory) pembuat narkotika sintetis jenis mefedron di Gianyar, Bali, pada Kamis hingga Jumat (5-6 Maret 2026). Dalam operasi lintas instansi tersebut, petugas meringkus dua warga negara Rusia berinisial NT dan TS beserta barang bukti bahan kimia pembuat narkoba (Dok. bnn.go.id)

Foto: Konpers Tim gabungan Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai, dan Imigrasi menggerebek sebuah laboratorium gelap (clandestine laboratory) pembuat narkotika sintetis jenis mefedron di Gianyar, Bali, pada Kamis hingga Jumat (5-6 Maret 2026). Dalam operasi lintas instansi tersebut, petugas meringkus dua warga negara Rusia berinisial NT dan TS beserta barang bukti bahan kimia pembuat narkoba (Dok. bnn.go.id)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto membeberkan ancaman baru dalam peta peredaran gelap narkotika di Tanah Air. Pihaknya berhasil membongkar laboratorium gelap (clandestine lab) skala internasional di kawasan Gianyar, Bali, yang memproduksi jenis zat psikoaktif baru (new psychoactive substances) kesukaan warga negara asing, khususnya asal Rusia.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan fasilitas produksi ilegal tersebut disampaikan Suyudi saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat, Bogor, Kamis (23/7/2026).

Dalam penindakan di Bali tersebut, petugas mengamankan jaringan terorganisasi yang dikendalikan oleh warga negara Rusia.

“Penggerebekan clandestine lab di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia dan berhasil menyita narkotika golongan satu mefedron pada total berat bruto 7,8 kilogram atau 7.894 gram, prekursor padat 2,6 kilogram atau 2.600 miligram, dan cairan 219,7 kilogram atau 219.785 miligram,” kata dia dalam sambutannya melansir dari detikNews, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:  Politikus Gerindra, Habiburokhman Paparkan Regulasi Jabatan Polri Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi

Komposisi Mefedron dan Pasar Tertutup Expatriate

Suyudi menegaskan bahwa kemunculan laboratorium rahasia ini menjadi indikator kuat kian kompleksnya dinamika kejahatan synthetic drugs di dalam negeri. Senyawa mefedron yang diproduksi secara home industry tersebut memiliki karakter efek stimulan gabungan yang sangat diminati oleh komunitas turis maupun ekspatriat asal Rusia di Pulau Dewata.

“Kasus ini menunjukkan semakin kompleksnya ancaman narkotika sintetis di dalam negeri. Jadi mefedron ini adalah termasuk narkotika baru. Ini adalah mix antara kokain dan MDMA atau ekstasi. Sangat disukai oleh orang-orang Rusia,” tutur lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 tersebut

Uniknya, ekosistem peredaran gelap ini beroperasi secara eksklusif dan tertutup (closed-loop supply chain). Mulai dari proses manufaktur zat prekursor, rekayasa kimiawi, distribusi rantai pasok, hingga konsumsi akhir seluruhnya dikendalikan oleh oknum warga negara asal Negeri Beruang Merah tersebut.

Baca Juga:  Polres Bogor Sebut Bakal Buru Pelaku Curanmor hingga ke Lubang Semut

“Sehingga pembuatnya, pengedarnya adalah orang Rusia, pasarnya juga orang Rusia. Dan kita terus bekerja sama dengan Kedutaan Rusia, Atase Kepolisian Rusia, kami terus untuk bisa menggali dan mengungkap jaringan internasional yang sedang kita curigai ada di Rusia,” ucap pria yang pernah mengemban posisi sebagai Kapolda Banten itu.

Langkah Cross-Border Law Enforcement

Dalam upaya memutus mata rantai pasokan bahan baku kimiawi serta melacak aliran dana transaksi, BNN terus mengintensifkan upaya cross-border law enforcement bersama aparat penegak hukum internasional. Kolaborasi dengan Atase Kepolisian Rusia diharapkan mampu membongkar dalang intelektual (intellectual dad) serta sindikat kejahatan terorganisasi lintas negara yang mengendalikan operasional laboratorium tersembunyi tersebut dari luar negeri.

Berita Terkait

Polisi Ungkap Peta Digital ‘Teh Gembul’: Sarana Komplotan Predator di Sampang
Polisi Tangkap Residivis Curanmor Bersenpi yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan
Nekat, Wanita Sembunyikan 5 Paket Sabu di Kemaluan Saat Besuk Kekasih di Lapas Banyuwangi
Semalam Dua Kali Beraksi, Pria Bersenjata Golok yang Resahkan Warga Bogor Ditangkap
Pasutri Residivis Curanmor di Duren Sawit: Modus Bawa Anak demi Kelabui Warga
Polres Bogor Sebut Bakal Buru Pelaku Curanmor hingga ke Lubang Semut
Persidangan Dokter Richard Lee Akan Segera Dilaksanakan
Wanda Pelaku Jagal Tiga Mahasiswi, Resmi Divonis Pidana Mati oleh PN Pariaman

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:56 WIB

BNN Bongkar Laboratorium Mefedron di Bali: Narkotika Sintetis Racikan Impor Incar Warga Rusia

Senin, 20 Juli 2026 - 12:43 WIB

Polisi Ungkap Peta Digital ‘Teh Gembul’: Sarana Komplotan Predator di Sampang

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:27 WIB

Polisi Tangkap Residivis Curanmor Bersenpi yang Kerap Beraksi di Jakarta Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:36 WIB

Nekat, Wanita Sembunyikan 5 Paket Sabu di Kemaluan Saat Besuk Kekasih di Lapas Banyuwangi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:43 WIB

Semalam Dua Kali Beraksi, Pria Bersenjata Golok yang Resahkan Warga Bogor Ditangkap

Berita Terbaru