Bukan Modal 300 Ribu, Tapi Pola Pikir! Kisah Falave: Anak Koma 8 Minggu, Rekening Di-hack, Kini Omzet Miliaran

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — “Saya menjalankan bisnis Rp300.000, tanpa hutang ke bank, tanpa cicilan.” Sosok inspiratif di balik kalimat itu adalah Falave, seorang mantan guru bahasa Inggris asal Batusangkar yang kini sukses membangun bisnis dengan 35 karyawan dan omzet miliaran rupiah. Kisahnya penuh ujian — dari anak koma 8 minggu hingga rekening di-hack Rp107 juta — ia bagikan secara eksklusif di podcast Kusieh Bendi.

Dari Guru ke Pengusaha

Falave memulai karier sebagai pengajar bahasa Inggris. Keputusan untuk beralih ke dunia bisnis muncul setelah menikah. “Saya dihadapkan dengan dua pilihan. Antara suami dengan bekerja, tentu dua pilihan yang berbeda,” kenangnya. Ia memilih bisnis — dan memulainya hanya dengan modal Rp300.000 dari rumah asrama.

“1 tahun saya jualan, alhamdulillah saya bisa ngomset 4 digit — 1 M pertama saya. Kehidupan yang tidak pernah ada dalam bayang-bayang saya sebelumnya,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Diuji Bertubi-tubi: Anak Koma, Rekening Di-hack

Di balik kesuksesan itu, Falave melewati ujian yang luar biasa berat. Anaknya harus menjalani perawatan intensif selama 8 minggu. “Banyak yang dengan kejadian itu justru pulang nama (meninggal). Tapi ini adalah mukjizat. Dokter bilang, ‘Ini miracle, Bu.'”

Baca Juga:  Tragedi Peluru Nyasar di UNP, Bukan Kali Pertama

Di saat yang bersamaan — ketika anaknya masih dirawat di rumah sakit — rekeningnya di-hack. Uang Rp107 juta raib. Para pelaku memanfaatkan fitur soft mode perbankan untuk bertransaksi di akhir pekan. “Saya bilang ke suami, ‘Sayang, udah biarin aja. Alhamdulillah anak kita sudah sembuh,'” kenangnya.

Yang mengejutkan, ia memilih untuk tidak melaporkan kejadian itu ke mana pun. “Saya ikhlas, Pak. Saya tidak mau memprosesnya. Uang yang ada — dalam kesulitan ada kemudahan. Sama halnya dengan sekolah di kelas, kalau diuji berarti kita mau naik kelas.”

Pola Pikir di Atas Modal

Falave menekankan bahwa kunci suksesnya bukanlah modal besar, melainkan pola pikir. Bekal sebagai guru menjadi senjata rahasianya dalam mengelola 35 karyawan. “Pentingnya pendidikan, jangan sampai kita perempuan berpikir hanya sebatas kasur, dapur, dan sumur. Pola pikir yang bagus akan melahirkan ide-ide. Kita tahu ilmunya bagaimana mengatur karyawan, termasuk ilmu jualan.”

Baca Juga:  Evolusi Spasial Payakumbuh: Membaca Riwayat Kota dari Toponimi hingga Konsep Livable City

“Saya dari yang dulunya guru bahasa Inggris, sekarang jadi guru bisnis,” ujarnya sambil tertawa. Transisi itu, menurutnya, adalah bukti bahwa pendidikan memberi fondasi untuk beradaptasi di bidang apa pun.

Pesan untuk Perempuan Pengusaha

Falave membuktikan bahwa perempuan bisa sukses di dunia bisnis tanpa harus bergantung pada pinjaman bank. Pesannya sederhana namun kuat: ujian adalah bagian dari proses naik kelas, dan keikhlasan membuka pintu rezeki yang tak terduga.


Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan kisah inspiratif dari tokoh-tokoh Sumatera Barat. Ingin produk atau brand Anda tampil di samping kisah-kisah inspiratif ini? Dimensia Creative membuka peluang kolaborasi untuk UMKM dan brand lokal — kunjungi dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi 0812-6349-2788.

Kategori: Video

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB