Dari Jualan Bakwan hingga Jadi Bos Kopi Ajoe: Kisah Inspiratif Dede Saputra di Podcast Kusieh Bendi

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — Podcast Kusieh Bendi kembali menghadirkan kisah inspiratif dari sosok muda Sumatera Barat. Kali ini, Dede Saputra, pendiri Kopi Ajoe, berbagi perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku — dari masa kecil yang sulit hingga sukses membangun brand kopi yang membuka lapangan kerja di Kota Payakumbuh.

Masa Kecil Penuh Perjuangan

Dede lahir dari keluarga yang pernah berjaya namun jatuh bangkrut saat ia masih SD. Ayahnya yang berbisnis elektronik bekas dari Singapura tak mampu mengikuti perkembangan zaman. Puncaknya, toko keluarga terbakar.

“Orang tua saya sampai jualan bakwan dititip ke warung-warung. Saya juga ikut jualan — bakwan, semangka, ke mana ada orang tanding layang-layang saya ikut,” kenang Dede.

Yang menjadi motivasi terbesarnya: ia tidak ingin anak-anaknya kelak mengalami kesulitan yang sama. “Saya kepengin, Bang, merubah kehidupan saya dan anak-anak saya jangan sampai sesusah saya sekarang.”

Sempat Putus Sekolah dan Terjerumus

Saat SMP, Dede sempat putus sekolah dan terpengaruh lingkungan yang kurang baik. Ia bahkan menjadi tukang bagi-bagi kartu judi di usia remaja. Beruntung, kakak perempuannya membawanya ke Padang — momen yang mengubah total jalan hidupnya.

Baca Juga:  KUR dan UMi di Sultra Capai Rp3,77 Triliun per September

Sang kakak ipar yang disiplin memberlakukan aturan ketat: pulang lewat jam 8 malam, pintu pagar dikunci. Dede pernah tidur di teras dalam mobil tua sambil digigit nyamuk. Tapi justru di sanalah mindset-nya berubah.

“Kalau enggak dibawa ke Padang, dirubah mindset, saya pasti akan tetap terpengaruh oleh lingkungan yang sebelumnya,” aku Dede.

Hasilnya luar biasa: ia menyelesaikan paket B, lanjut SMA dan selalu ranking 2, kemudian lulus S1 Sistem Informasi dalam 3,5 tahun sambil tetap bekerja sambilan sebagai tukang pasang gorden.

Dari Astra ke Bisnis Sendiri

Setelah kuliah, Dede diterima di PT Astra International bagian CMO dan ditempatkan di cabang Bukittinggi. Hanya 1,5 tahun bekerja, ia nekat resign — padahal istrinya sedang hamil.

“Orang kalau menurut saya, kita itu harus berani ambil risiko yang terukur. Saya yakin, selagi saya masih mau, bisa gagal coba lagi, gagal coba lagi,” tegasnya.

Modal dari tabungan gaji dan insentif selama bekerja di Astra, ia membuka toko gorden di Pasar Batusangkar — mewujudkan impian yang sudah ia bangun sejak SMA.

Kopi Ajoe: Puncak Perjalanan

Dari bisnis gorden, Dede terus mengembangkan sayap hingga akhirnya melahirkan brand Kopi Ajoe — sebuah kedai kopi yang kini menjadi salah satu kebanggaan anak muda Payakumbuh. Bisnisnya tidak hanya sukses secara finansial, tapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Ibadah Bukan Tren, Bekal "Pulang Kampung": Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Pesan untuk Anak Muda

Dede punya satu keyakinan kuat yang ia bagikan di podcast ini: “Tidak ada ide yang sempurna datang di awal. Beranilah memulai. Usaha apapun, serius kita di usaha itu, tekuni, jalani — insyaallah akan ada ide yang bagus di depan.”

Ia juga mengkritisi orang tua yang sering mematahkan semangat anak dengan kalimat “jangan terlalu tinggi angan-angan kamu.” Menurutnya, justru keinginan besar itulah yang harus didorong agar anak termotivasi bekerja keras.

“Rintangan dan halangan itu jangan bikin kita mundur,” tutup Dede.


Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan kisah inspiratif dan diskusi mendalam bersama tokoh-tokoh Sumatera Barat. Punya brand atau usaha yang ingin tampil di podcast yang menjangkau ribuan penonton? Kami buka peluang kolaborasi! Lihat paket sponsorship di dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi langsung 0812-6349-2788.

Kategori: Video

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB