PAYAKUMBUH — Podcast Kusieh Bendi kembali menghadirkan kisah inspiratif dari sosok muda Sumatera Barat. Kali ini, Dede Saputra, pendiri Kopi Ajoe, berbagi perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku — dari masa kecil yang sulit hingga sukses membangun brand kopi yang membuka lapangan kerja di Kota Payakumbuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masa Kecil Penuh Perjuangan
Dede lahir dari keluarga yang pernah berjaya namun jatuh bangkrut saat ia masih SD. Ayahnya yang berbisnis elektronik bekas dari Singapura tak mampu mengikuti perkembangan zaman. Puncaknya, toko keluarga terbakar.
“Orang tua saya sampai jualan bakwan dititip ke warung-warung. Saya juga ikut jualan — bakwan, semangka, ke mana ada orang tanding layang-layang saya ikut,” kenang Dede.
Yang menjadi motivasi terbesarnya: ia tidak ingin anak-anaknya kelak mengalami kesulitan yang sama. “Saya kepengin, Bang, merubah kehidupan saya dan anak-anak saya jangan sampai sesusah saya sekarang.”
Sempat Putus Sekolah dan Terjerumus
Saat SMP, Dede sempat putus sekolah dan terpengaruh lingkungan yang kurang baik. Ia bahkan menjadi tukang bagi-bagi kartu judi di usia remaja. Beruntung, kakak perempuannya membawanya ke Padang — momen yang mengubah total jalan hidupnya.
Sang kakak ipar yang disiplin memberlakukan aturan ketat: pulang lewat jam 8 malam, pintu pagar dikunci. Dede pernah tidur di teras dalam mobil tua sambil digigit nyamuk. Tapi justru di sanalah mindset-nya berubah.
“Kalau enggak dibawa ke Padang, dirubah mindset, saya pasti akan tetap terpengaruh oleh lingkungan yang sebelumnya,” aku Dede.
Hasilnya luar biasa: ia menyelesaikan paket B, lanjut SMA dan selalu ranking 2, kemudian lulus S1 Sistem Informasi dalam 3,5 tahun sambil tetap bekerja sambilan sebagai tukang pasang gorden.
Dari Astra ke Bisnis Sendiri
Setelah kuliah, Dede diterima di PT Astra International bagian CMO dan ditempatkan di cabang Bukittinggi. Hanya 1,5 tahun bekerja, ia nekat resign — padahal istrinya sedang hamil.
“Orang kalau menurut saya, kita itu harus berani ambil risiko yang terukur. Saya yakin, selagi saya masih mau, bisa gagal coba lagi, gagal coba lagi,” tegasnya.
Modal dari tabungan gaji dan insentif selama bekerja di Astra, ia membuka toko gorden di Pasar Batusangkar — mewujudkan impian yang sudah ia bangun sejak SMA.
Kopi Ajoe: Puncak Perjalanan
Dari bisnis gorden, Dede terus mengembangkan sayap hingga akhirnya melahirkan brand Kopi Ajoe — sebuah kedai kopi yang kini menjadi salah satu kebanggaan anak muda Payakumbuh. Bisnisnya tidak hanya sukses secara finansial, tapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Pesan untuk Anak Muda
Dede punya satu keyakinan kuat yang ia bagikan di podcast ini: “Tidak ada ide yang sempurna datang di awal. Beranilah memulai. Usaha apapun, serius kita di usaha itu, tekuni, jalani — insyaallah akan ada ide yang bagus di depan.”
Ia juga mengkritisi orang tua yang sering mematahkan semangat anak dengan kalimat “jangan terlalu tinggi angan-angan kamu.” Menurutnya, justru keinginan besar itulah yang harus didorong agar anak termotivasi bekerja keras.
“Rintangan dan halangan itu jangan bikin kita mundur,” tutup Dede.
Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan kisah inspiratif dan diskusi mendalam bersama tokoh-tokoh Sumatera Barat. Punya brand atau usaha yang ingin tampil di podcast yang menjangkau ribuan penonton? Kami buka peluang kolaborasi! Lihat paket sponsorship di dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi langsung 0812-6349-2788.









