ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com โ Banyak usaha rintisan gulung tikar dalam hitungan bulan, bukan karena pasarnya sepi, melainkan karena dibangun sekadar modal nekat tanpa fondasi yang kuat. Konsultan pemasaran Syaiful Anwar, S.E., M.Si. membedah persoalan ini dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi yang tayang di kanal YouTube Dimensia Creative.
Dalam perbincangan berdurasi lebih dari satu jam itu, Syaiful mengupas kebiasaan pelaku usaha lokal yang kerap memulai bisnis tanpa persiapan: uang pribadi bercampur dengan modal usaha, legalitas terabaikan, hingga digitalisasi yang tidak pernah dijalankan. Kombinasi inilah yang menurutnya membuat semangat di awal perlahan padam di tengah jalan.
Modal Nekat dan Uang Pribadi yang Bercampur
Salah satu pangkal masalah yang disorot adalah kebiasaan mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Tanpa pemisahan yang jelas, pelaku usaha sulit mengetahui apakah bisnisnya benar-benar untung atau justru terus merugi. Akibatnya, keputusan bisnis diambil berdasarkan perasaan, bukan data, dan usaha pun cepat kehabisan napas.
“Bikin bisnis jangan cuma modal nekat! Mulai dari uang pribadi yang bercampur modal hingga abai legalitas dan digitalisasi, ini alasan kenapa banyak usaha rintisan gulung tikar dalam hitungan bulan,” demikian pesan yang ditegaskan dalam keterangan resmi episode tersebut.
Legalitas dan Digitalisasi yang Terabaikan
Selain pengelolaan keuangan, Syaiful menyoroti legalitas usaha yang kerap dianggap remeh oleh pelaku UMKM. Padahal, legalitas menjadi pintu masuk ke berbagai peluang: kemitraan, permodalan, hingga pasar yang lebih luas. Tanpa legalitas, usaha sulit tumbuh dan rentan tersingkir saat persaingan menguat.
Digitalisasi juga menjadi jurus yang tidak bisa ditawar lagi. Di tengah ekonomi yang serba tidak menentu, pelaku usaha yang mampu memanfaatkan kanal digital dinilai punya daya tahan lebih baik ketimbang yang bergantung pada cara-cara lama.
Jurus Bertahan bagi UMKM
Episode ini menegaskan bahwa merintis usaha bukan sekadar berani memulai, tetapi juga disiplin membangun fondasi: memisahkan keuangan, mengurus legalitas, dan beradaptasi dengan digitalisasi. Bagi yang sedang atau akan merintis usaha, paparan Syaiful menjadi pengingat agar semangat di awal tidak berakhir dengan tutup di tengah jalan.
Panggung Brand yang Peduli UMKM Lokal
Konten yang mengangkat isu pengembangan usaha lokal selalu relevan bagi brand yang menyasar UMKM dan pasar daerah โ perbankan, lembaga keuangan, pemerintah daerah, hingga penyedia layanan digital. Podcast Kusieh Bendi menghadirkan audiens pelaku usaha dan komunitas yang tepat untuk kolaborasi.
๐ Jadwalkan kolaborasi: WA 0812-6349-2788
๐ Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/
Dimensia Creative โ Konten Kreatif yang Mencerdaskan dan Mengangkat Cerita Lokal.









