Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADVERTISEMENT

๐ŸŽ™๏ธ Info Sponsorship โ†’
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com โ€” Banyak usaha rintisan gulung tikar dalam hitungan bulan, bukan karena pasarnya sepi, melainkan karena dibangun sekadar modal nekat tanpa fondasi yang kuat. Konsultan pemasaran Syaiful Anwar, S.E., M.Si. membedah persoalan ini dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi yang tayang di kanal YouTube Dimensia Creative.

Dalam perbincangan berdurasi lebih dari satu jam itu, Syaiful mengupas kebiasaan pelaku usaha lokal yang kerap memulai bisnis tanpa persiapan: uang pribadi bercampur dengan modal usaha, legalitas terabaikan, hingga digitalisasi yang tidak pernah dijalankan. Kombinasi inilah yang menurutnya membuat semangat di awal perlahan padam di tengah jalan.

Modal Nekat dan Uang Pribadi yang Bercampur

Salah satu pangkal masalah yang disorot adalah kebiasaan mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Tanpa pemisahan yang jelas, pelaku usaha sulit mengetahui apakah bisnisnya benar-benar untung atau justru terus merugi. Akibatnya, keputusan bisnis diambil berdasarkan perasaan, bukan data, dan usaha pun cepat kehabisan napas.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Jualan Ketan: Rahasia di Balik Sukses Om Cheng & Tansu Omceng!

“Bikin bisnis jangan cuma modal nekat! Mulai dari uang pribadi yang bercampur modal hingga abai legalitas dan digitalisasi, ini alasan kenapa banyak usaha rintisan gulung tikar dalam hitungan bulan,” demikian pesan yang ditegaskan dalam keterangan resmi episode tersebut.

Legalitas dan Digitalisasi yang Terabaikan

Selain pengelolaan keuangan, Syaiful menyoroti legalitas usaha yang kerap dianggap remeh oleh pelaku UMKM. Padahal, legalitas menjadi pintu masuk ke berbagai peluang: kemitraan, permodalan, hingga pasar yang lebih luas. Tanpa legalitas, usaha sulit tumbuh dan rentan tersingkir saat persaingan menguat.

Digitalisasi juga menjadi jurus yang tidak bisa ditawar lagi. Di tengah ekonomi yang serba tidak menentu, pelaku usaha yang mampu memanfaatkan kanal digital dinilai punya daya tahan lebih baik ketimbang yang bergantung pada cara-cara lama.

Baca Juga:  Hati-Hati! Saldo Bisa Ludes dalam Hitungan Detik, Rico Desmon Bongkar Modus Hacker di Podcast Kusia Bendi

Jurus Bertahan bagi UMKM

Episode ini menegaskan bahwa merintis usaha bukan sekadar berani memulai, tetapi juga disiplin membangun fondasi: memisahkan keuangan, mengurus legalitas, dan beradaptasi dengan digitalisasi. Bagi yang sedang atau akan merintis usaha, paparan Syaiful menjadi pengingat agar semangat di awal tidak berakhir dengan tutup di tengah jalan.

Panggung Brand yang Peduli UMKM Lokal

Konten yang mengangkat isu pengembangan usaha lokal selalu relevan bagi brand yang menyasar UMKM dan pasar daerah โ€” perbankan, lembaga keuangan, pemerintah daerah, hingga penyedia layanan digital. Podcast Kusieh Bendi menghadirkan audiens pelaku usaha dan komunitas yang tepat untuk kolaborasi.

๐Ÿ“ž Jadwalkan kolaborasi: WA 0812-6349-2788
๐Ÿ“‹ Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative โ€” Konten Kreatif yang Mencerdaskan dan Mengangkat Cerita Lokal.

Berita Terkait

Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani
Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh
Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak
Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi
KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka
KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh
MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live โ€” Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh
100 Tahun Jam Gadang: dari Darah PRRI, Simbol Kolonial, hingga Misteri Angka Romawi u2014 Isi Film Dokumenter Dimensia Creative

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB