JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pemerintah memfasilitasi 4.425 UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memperluas akses pasar melalui halaman khusus UMKM Sumatera Bangkit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fasilitasi itu dijalankan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama TikTok Shop by Tokopedia. Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan usaha dengan membuka akses pemasaran yang lebih luas.
“Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana,” ujar Ari dalam siaran pers di Jakarta.
Ribuan Produk Lokal Ditampilkan
Kementerian UMKM menggelar sosialisasi melalui Klinik UMKM Bangkit di Pidie Jaya, Aceh. Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM telah bergabung dalam halaman UMKM Sumatera Bangkit dengan 2.128 produk lokal yang ditampilkan.
Menurut Ari, pelaku UMKM terdampak bencana perlu memanfaatkan ekosistem digital dan perdagangan elektronik untuk memperluas pasar seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan belanja daring.
Syarat dan Pendampingan Usaha
Untuk bergabung, UMKM harus terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta memiliki Nomor Induk Berusaha. Produk yang dipasarkan juga wajib merupakan produk lokal.
Selain pemasaran, Klinik UMKM Bangkit memberikan pendampingan terkait pembiayaan dan produksi. Tiga tenaga pendamping di setiap klinik membantu UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan modal, akses pasar, serta solusi bagi usaha yang produksinya terhenti akibat bencana.
Pendampingan dilakukan di tiga provinsi terdampak dan sebelumnya telah berlangsung di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie. Pendampingan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Tapanuli Tengah. Kementerian UMKM menyatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan platform digital diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi UMKM di wilayah terdampak bencana.
Di balik layar, banyak pelaku usaha kecil kini sadar bahwa lapak digital saja tidak cukup. Ada kisah seorang perajin kue kering di kota kecil yang dagangannya semula hanya dikenal tetangga, lalu perlahan ramai setelah ia rajin merekam proses produksi dan bercerita tentang bahan-bahannya. Rekaman sederhana dari dapur itu membuat orang percaya pada produknya, dan pesanan mulai datang dari luar kota. Cerita seperti ini memperlihatkan bahwa konten video bukan sekadar hiburan, melainkan etalase baru bagi usaha kecil.
Insight-nya jelas: konten video hari ini adalah aset jangka panjang. Satu video yang menjelaskan cara membuat produk, menjawab pertanyaan pelanggan, atau menunjukkan kualitas bahan bisa terus bekerja berbulan-bulan. Agar tidak tenggelam, konten perlu dirancang dengan strategi konten yang rapi dan sentuhan digital marketing yang tepat, termasuk optimasi mesin pencari serta penyesuaian agar mudah ditemukan di mesin pencari dan media sosial. Pendekatan ini membuat usaha kecil tidak hanya muncul saat ada iklan, tetapi hadir ketika calon pembeli mencari solusinya.
Bagi yang ingin menempuh jalur serupa, Dimensia Creative mendampingi pelaku usaha mulai dari perencanaan hingga produksi konten video, dokumentasi kegiatan, dan siaran langsung acara resmi. Timnya juga menyusun perencanaan publikasi yang bisa diukur hasilnya, sehingga konten tidak berhenti sebagai arsip. Silakan sapa tim kami melalui WhatsApp 0812-6349-2788 atau lihat daftar layanannya di dimensiacreative.com.
Satu hal yang sering terlewat, branding tidak hanya soal produk, tetapi juga soal orang di belakangnya. Lewat podcast Kusieh Bendi, pengusaha bisa bercerita tentang perjalanan membangun usaha, tokoh daerah dapat menyampaikan gagasan untuk kotanya, dan narasumber membangun personal branding yang diingat publik. Rincian kolaborasinya bisa dilihat di dimensiacreative.com/proposal.









