JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar program literasi bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, guna memperkuat kapasitas usaha mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program yang digelar Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi tersebut dirancang membekali pelaku ekonomi kreatif dengan pengetahuan manajemen usaha dan keuangan, akses perbankan, serta pemahaman atas risiko finansial sebagai persiapan sebelum masuk tahap pendampingan lanjut.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan penguatan kapasitas memastikan pemulihan ekonomi tidak berhenti pada reaktivasi usaha. “Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Bekal Manajemen hingga Akses Pembiayaan
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana memberikan materi pengantar manajemen bisnis. “Pemulihan usaha bukan semata soal kembali berjualan, melainkan bagaimana pelaku ekonomi kreatif membekali diri dengan pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Anggara.
Perwakilan PT Bank Mandiri memaparkan skema dukungan perbankan, sementara OJK Provinsi Sumatera Utara memberikan edukasi pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan. Peserta yang memenuhi kriteria akan dilanjutkan ke tahap kurasi, mentoring, hingga pitching session dengan investor dan lembaga pembiayaan.
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Trianta Hadil Khoiri Dairiyawan menilai kolaborasi lintas sektor penting karena kebutuhan pemulihan masyarakat tidak dapat ditangani satu pihak. “Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas pihak, dan inilah contoh nyatanya,” tuturnya.
Satu pertanyaan yang sering muncul dari pemilik usaha kecil: mengapa produk yang kualitasnya bagus tetap sulit ditemukan calon pembeli? Jawabannya kerap bukan pada produknya, melainkan pada jejak digital yang belum terbentuk. Di mesin pencari maupun media sosial, usaha yang belum pernah muncul di layar hampir tidak punya kesempatan untuk dipertimbangkan.
Ambil contoh sebuah usaha katering di kota kecil. Dua tahun pelanggannya datang dari mulut ke mulut, sampai ia mulai mengunggah video pendek soal dapur, porsi, dan cara pesanan dikemas. Unggahan itu tidak langsung ramai, tetapi perlahan mendatangkan pesanan dari kantor-kantor yang menemukannya saat mengetik kata kunci katering harian. Begitulah cara kerja pemasaran digital sekarang: video pendek menjadi pintu masuk, sementara pemahaman kata kunci serta optimasi mesin pencari menjaga pintu itu tetap terbuka.
Dimensia Creative mendampingi usaha maupun lembaga yang ingin membangun jejak tersebut, mulai dari pengambilan gambar, penyuntingan, siaran langsung acara resmi, sampai perencanaan pemasaran yang terukur. Hubungi tim kami di WhatsApp 0812-6349-2788 atau lihat layanan kami di dimensiacreative.com. Untuk kredibilitas lewat perbincangan panjang, Podcast Kusieh Bendi menyediakan panggung bagi pemilik usaha, tokoh daerah, juga narasumber yang ingin ceritanya diingat audiens. Rangkuman paket kerja samanya ada di dimensiacreative.com/proposal.









