E-Wallet & QRIS Jadi Celah Baru Politik Uang, Bawaslu: Pidananya Minimal 6 Bulan!

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com β€” Praktik politik uang terus bermetamorfosis seiring perkembangan zaman. Jika dulu identik dengan amplop tunai, kini modusnya bergeser ke ranah digital: e-wallet, QRIS, hingga mobile banking menjadi celah baru yang semakin sulit dilacak. Hal ini menjadi sorotan dalam podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative yang menghadirkan narasumber dari Bawaslu untuk membedah ancaman politik uang di era digital.

ADVERTISEMENT

πŸŽ™οΈ Info Sponsorship β†’
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politik Uang Bukan Lagi Amplop, Tapi Top Up Game

Narasumber mengungkapkan bahwa praktik money politics kini telah bertransformasi jauh melampaui bentuk konvensional.

“Dulu amplop tunai, sekarang QRIS dan mobile banking. Politik uangnya tidak lagi dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk seperangkat alat make up, top up game, token listrik,” ujarnya [03:15].

Ia menambahkan bahwa masyarakat seringkali tidak menyadari konsekuensi dari menerima politik uang. “Bahayanya politik uang itu pidananya paling rendah 6 bulan. Tapi di sisi lain masyarakat kita sebagian tidak tahu apa resikonya politik uang itu,” tegasnya [04:50].

Transaksi Digital: Celah Baru yang Sulit Dilacak Bawaslu

Kehadiran teknologi finansial memang memudahkan transaksi, namun di sisi lain membuka celah baru dalam praktik kecurangan pemilu. Narasumber menjelaskan bahwa transaksi digital menyulitkan pengawasan Bawaslu karena sifatnya yang instan dan minim jejak fisik.

“Di Indonesia, jam 07.00 pemungutan suara, jam 13.00 ditutup, magrib sudah tahu hasilnya. Di Amerika malah beda β€” pulau ini dulu, minggu depan pulau itu,” jelasnya [38:50].

Biaya Mahal Akibat Data Pemilih Tak Akurat

Salah satu akar masalah yang diungkap adalah tidak akuratnya Daftar Pemilih Tetap (DPT). Narasumber memaparkan betapa besarnya pemborosan anggaran akibat data pemilih yang tidak diperbarui.

“Kalau dalam 1 tahun ada 1.000 orang yang seharusnya tidak masuk DPT tapi tetap masuk, berarti dalam 4 tahun ada 4.000 dikali 19 kabupaten/kota. Kalau surat suara nilainya Rp1.000, berarti sekitar Rp100 jutaan. Kalau pemilu nasional dikali 514 kabupaten/kota,” paparnya [21:30].

Ia menekankan pentingnya pemutakhiran data pemilih. “Orang sekalipun sudah meninggal, sudah tidak ada di TPS, tapi kalau namanya ada di DPT, negara mesti cetakkan surat suaranya,” tambahnya [23:10].

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Eks Pengamen Bus Menggema hingga Malaysia di Podcast 'Kusieh Bendi'

Edukasi Anti-Politik Uang Sejak Sekolah Dasar

Menariknya, solusi jangka panjang yang ditawarkan bukan sekadar penindakan, melainkan edukasi sejak dini. Bawaslu kini aktif masuk ke sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran tentang bahaya politik uang.

“Di Jepang, proses mempelajari gempa itu dimulai dari sekolah dasar. Tiap hari praktik, akhirnya terbiasa dan selamat. Makanya kami hari ini hampir sudah kerja sama dengan semua sekolah, kita masuk ke sekolah, kita cerita soal politik uang,” ujarnya [1:13:45].

“Bukan uang saja sebenarnya, politik uang itu bisa dosa. Kita terangkan juga surah Al-A’raf ayat 11. Kalau dibicarakan dari SD, pasti ini tidak akan terlaksana karena memang prinsipnya ditanamkan sejak awal,” pungkasnya [1:15:20].

Tonton selengkapnya:
https://www.youtube.com/watch?v=Phs14dixvD8

Baca Juga:  Isu VCS di Lingkaran Kekuasaan 50 Kota Memanas, Pengamat: Jangan Hanya Sembunyi di Balik Kata β€˜Edit’

Sponsorship Podcast Kusieh Bendi β€” Tampil di Hadapan Ribuan Penonton Setia!

Podcast Kusieh Bendi telah tayang lebih dari 140 episode dengan total penonton mencapai puluhan ribu di YouTube. Setiap episodenya menghadirkan narasumber berkualitas β€” dari akademisi, pengusaha, hingga pejabat publik β€” yang membahas isu-isu hangat di Sumatera Barat dan nasional.

Mengapa sponsor di Kusieh Bendi?

βœ… Brand Awareness β€” Logo dan produk Anda tampil di opening, closing, dan lower third sepanjang episode. Ditonton ribuan kali!
βœ… Native Endorsement β€” Host menyebutkan brand Anda secara natural dalam diskusi, jauh lebih dipercaya ketimbang iklan biasa.
βœ… Multi-Platform β€” Konten podcast didistribusikan ke YouTube, Instagram Reels, TikTok, dan Facebook Dimensia Creative. Satu sponsor, empat platform!
βœ… Konten Evergreen β€” Episode podcast terus ditonton berbulan-bulan setelah tayang. Investasi Anda bekerja dalam jangka panjang.
βœ… Target Audiens Tersegmentasi β€” Penonton kami adalah masyarakat Sumatera Barat yang peduli isu sosial, politik, dan ekonomi β€” cocok untuk brand yang ingin menjangkau pasar lokal.

Paket sponsorship mulai dari Rp 400.000 (logo di video) hingga Rp 7.500.000 (narasumber utama satu episode penuh).

πŸ“ž Info & Booking: WA 0812-6349-2788
πŸ“‹ Proposal Lengkap: dimensiacreative.com/proposal/

Bersama Dimensia Creative, mari bangun Sumatera Barat lewat konten berkualitas!

Ikuti terus podcast Kusieh Bendi di YouTube Dimensia Creative untuk diskusi mendalam seputar isu politik, sosial, dan budaya di Sumatera Barat.

Berita Terkait

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi
KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka
KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh
MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live β€” Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh
100 Tahun Jam Gadang: dari Darah PRRI, Simbol Kolonial, hingga Misteri Angka Romawi u2014 Isi Film Dokumenter Dimensia Creative
Dimensia Creative Garap Film Semi Dokumenter 100 Tahun Jam Gadang: Membongkar Sejarah yang Tak Terucap
Kenapa Pijat Tradisional Bisa Merusak Tulang Anda Selamanya? dr. Hari Mulia: Tulang Nyambung, Tangan Tak Bisa Gerak
Rupiah Tembus 18.000! Dr. Anton Permana: 60% Dunia Maya Kita Adalah Bot, Indonesia Dalam Perang Kognitif

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:03 WIB

KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:07 WIB

KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:14 WIB

MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live β€” Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

100 Tahun Jam Gadang: dari Darah PRRI, Simbol Kolonial, hingga Misteri Angka Romawi u2014 Isi Film Dokumenter Dimensia Creative

Berita Terbaru

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari. (Foto: Dok. ANTARA)

Daerah

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:35 WIB

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel. (Foto: Dok. ANTARA)

Daerah

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:30 WIB

6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Kesehatan

6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:25 WIB

7 Hobi yang Baik untuk Mental Anak, Asah Kreativitas. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Gaya Hidup

7 Hobi yang Baik untuk Mental Anak, Asah Kreativitas

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:20 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Digital

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:14 WIB