Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra. (Foto: YouTube/Dimensia Creative)

Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra. (Foto: YouTube/Dimensia Creative)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Media sosial hari ini menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah. Publik menilai kehadiran pemerintah justru lewat layar ponsel: apa yang dikerjakan, untuk siapa, dan sejauh mana bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, pejabat dinilai perlu hadir di ruang digital — bukan untuk mencari panggung, tetapi menjelaskan kerja.

Pandangan itu dibedah dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi bersama Yofaldi Rikipe, SIP, CFFL, Direktur Eksekutif Polstra Reset, sebuah lembaga survei dan riset politik. Perbincangan berjalan seputar satu pertanyaan: di mana batas antara kerja nyata dan sekadar konten?

Tiga Pola Pejabat di Ruang Digital

Yofaldi memetakan pejabat ke dalam beberapa karakter berdasarkan keberanian tampil di media sosial. “Ada pejabat yang risk-nya tinggi, artinya dia betul-betul hadir di ruang digital, dan ada pejabat yang menengah — dia hadir tapi risk-nya tidak terlalu tinggi,” ujarnya. Selain itu, ada pula pejabat yang memilih bersembunyi dari publik.

Ketakutan Dirujak Netizen

Salah satu penyebab pejabat menghindari ruang digital, menurut Yofaldi, adalah bayang-bayang politik uang dan rasa takut dirujak warganet. Padahal, ia menilai kehadiran di media sosial justru menjadi cara paling murah menjelaskan kebijakan kepada publik — sepanjang dilakukan dengan rambu yang jelas.

Baca Juga:  Aktivis Madrid Ramadhan Sebut Kesejahteraan Tak Boleh Dibangun di Atas Kesengsaraan Tanah

Jangan Sampai Over dan Terlalu Personifikasi

Di sisi lain, ia mengingatkan agar konten pejabat tidak melewati batas. “Jangan sampai over, jangan sampai konten itu terlalu personifikasi. Sepanjang dia bicara kebijakan, menjelaskan proses kebijakan, itu memang harus,” tegasnya. Menurut dia, konten yang hanya menonjolkan sosok tanpa substansi tidak menyelesaikan persoalan publik.

Reach Tinggi Bukan Jaminan Kualitas

Yofaldi menyoroti ukuran keberhasilan konten yang sering salah arah. “Kalau reach-nya tinggi tapi isinya personifikasi, itu sama saja bohong,” katanya. Ia menilai angka jangkauan besar tidak berarti apa-apa bila tidak diikuti penjelasan kebijakan yang bisa dipahami warga.

Sentimen Negatif Bisa Dibalik Jadi Positif

Alih-alih menghindar, Yofaldi mendorong pejabat mengelola kritik dengan strategi komunikasi yang tepat. “Sentimen negatif bisa dikapitalisasi jadi positif kalau strateginya pas,” ujarnya. Karena itu, ia menilai masyarakat pun perlu melihat konten pejabat sebagai bagian dari penjelasan kebijakan, bukan semata-mata pencitraan pribadi.

Kami Bantu Instansi dan Lembaga Menjelaskan Kerja Lewat Konten

Perbincangan ini menegaskan satu hal: menyampaikan kebijakan dan program kepada publik butuh keahlian, bukan sekadar kamera dan unggahan. Di titik itulah Dimensia Creative bekerja.

Baca Juga:  Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Produksi yang sudah kami kerjakan:

🎥 Live streaming kegiatan resmi — rapat, seminar, dan agenda kedinasan yang perlu dijangkau warga secara langsung.
📄 Dokumentasi program dan kegiatan — rekam jejak kerja yang rapi untuk laporan maupun publikasi.
🎬 Video profil instansi dan lembaga — menjelaskan peran, layanan, dan capaian dalam bahasa yang mudah dipahami.
🎙️ Podcast kebijakan dan isu publik — seperti kanal Kusieh Bendi, tempat gagasan dibahas bersama tokoh dan praktisi.

Kami terbuka bekerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga riset, kampus, komunitas, dan brand yang ingin menyampaikan pesannya dengan cara yang kredibel dan tetap etis. Satu produksi bisa dipakai untuk banyak kanal: YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, hingga artikel di portal berita.

Punya program yang perlu diperkenalkan lebih luas? Mari bicara.
📞 WA: 0812-6349-2788
📋 Proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative — produksi podcast, dokumentasi kegiatan, dan live streaming di Sumatera Barat.

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah
Berani Bilang TIDAK ke Pimpinan: Eks Birokrat Bukittinggi Bicara Integritas ASN

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB