PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Efisiensi anggaran digaungkan sebagai pisau bedah untuk menyehatkan keuangan daerah. Namun di Kota Payakumbuh, yang lebih dulu terasa berdarah justru aktivitas organisasi kepemudaan: dukungan yang seret membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda kehilangan ruang bergerak.
Keluhan itu disampaikan blak-blakan oleh Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Payakumbuh, Rahmanda Fajri, dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi produksi Dimensia Creative. Ia berbicara soal nasib organisasi kepemudaan di tengah kebijakan penghematan, keterbatasan anggaran hibah, hingga cara merangkul generasi Z.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Efisiensi Dinilai Salah Sasaran
Fajri memulai dengan kiasan yang tajam. “Ada sebuah pisau bedah yang tajam yang kami rasakan di anak muda hari ini dengan narasi efisiensi,” ujarnya. Menurut dia, pemangkasan anggaran kerap menghantam kegiatan yang justru esensial bagi pembinaan pemuda. “Kita butuh doping dari pemerintah,” katanya, menegaskan kebutuhan dukungan nyata, bukan sekadar narasi.
Ia menilai efisiensi seharusnya membidik pemborosan, bukan aktivitas kepemudaan. “Efisiensi itu kan seharusnya mengarah kepada ranah-ranah yang pemborosan. Acara yang menginap di hotel sekian hari, acara seremonial, dikesampingkan dulu. Arahkanlah anggaran ini kepada hal-hal yang lebih esensial,” tuturnya.
Hibah OKP Cair Dua Tahun Sekali
Satu persoalan struktural yang diungkap Fajri adalah mekanisme hibah. “Untuk hibah yang saya rasakan hari ini, itu didapatkan per 2 tahun dah. Itu regulasi, saya tidak mengetahui secara pasti kenapa regulasi itu ada seperti itu. Dan jumlahnya itu dibatasi,” ujarnya.
Ia mengaku jajarannya sudah menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Payakumbuh agar ada penguatan dukungan bagi organisasi kemasyarakatan pemuda, supaya organisasi lebih produktif, leluasa menjalankan program, dan menjalankan kaderisasi.
Ketika OKP Vakum, Kaderisasi Mati
Fajri mengingatkan efek berantai dari dukungan yang seret. “Ketika dia vakum, tidak ada lagi regenerasi dan kaderisasi di organisasinya. Ketika itu terjadi, pada akhirnya organisasinya vakum dan wadah bagi pemuda dalam melakukan aktivitas produktif itu menjadi kurang,” ujarnya.
Ia menyebut banyak organisasi di Kota Payakumbuh yang arah geraknya produktif dan positif, tetapi tidak mendapati akses fasilitasi maupun dukungan kegiatan. Dampaknya, sebagian pemuda menjadi apatis dan beralih ke aktivitas yang kurang produktif.
Merangkul Gen Z: Bukan Generasi yang Buruk
Soal generasi Z, Fajri menolak pandangan bahwa mereka sekadar generasi instan. “Itu bukan berarti buruk. Mereka juga punya potensi luar biasa yang mungkin generasi sebelumnya tidak memiliki itu sekarang,” katanya. Ia menilai anak muda saat ini unggul dalam literasi dunia digital, bahkan lebih cepat mengakses informasi dibanding generasi sebelumnya.
Karena itu, KNPI mendorong kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor: menyatukan pemuda dengan minat politik, wirausaha, hobi, hingga komunitas. “KNPI harus merepresentasikan bahwa wadah ini adalah wadah kolaborasi, wadah yang terbuka untuk seluruh pemuda,” ujarnya.
Agenda Sumpah Pemuda dan Peta OKP Payakumbuh
Fajri menyebut, dari sekitar 38 OKP yang ada di Kota Payakumbuh, 34 di antaranya berhimpun di bawah KNPI. Empat organisasi lainnya tidak terdaftar sebagai anggota KNPI Pusat.
Menyambut peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, KNPI Kota Payakumbuh menyiapkan dua agenda: Payakumbuh Youth Leadership Camp pada 23–25 Oktober 2026, serta Rapat Paripurna Pemuda pada 28 Oktober 2026 yang melibatkan OKP, BEM, perwakilan kelurahan, hingga komunitas hobi.
Peluang Kolaborasi untuk UMKM dan Brand Lokal
Podcast Kusieh Bendi menghadirkan tokoh, pengusaha, dan penggerak komunitas dari Sumatera Barat — dan setiap episodenya menjangkau ribuan penonton yang peduli isu lokal. Bagi UMKM dan brand lokal, ini kesempatan tampil di tengah obrolan yang dipercaya, bukan iklan yang dilewati begitu saja.
Yang Anda dapatkan sebagai mitra:
🛒 Panggung untuk produk lokal — produk atau jasa Anda dikenalkan langsung dalam percakapan host, termasuk bersama narasumber pengusaha muda.
🎯 Sekali produksi, empat kanal — tayang di YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook Dimensia Creative.
🤝 Kolaborasi lanjutan — kami bantu kemas konten promosi, dokumentasi kegiatan, hingga live streaming untuk agenda UMKM Anda.
♻️ Konten yang awet — episode lama tetap ditonton, sehingga promosi Anda bekerja berbulan-bulan tanpa biaya tambahan.
📊 Ramah kantong UMKM — paket fleksibel mulai Rp400.000 hingga Rp7.500.000 per episode, bisa disesuaikan dengan budget.
Kami terbuka berkolaborasi dengan pelaku UMKM, komunitas, koperasi, hingga instansi yang ingin menjangkau masyarakat Sumatera Barat dengan cara yang lebih manusiawi.
📞 WA: 0812-6349-2788
📋 Proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/
📢 Saluran WhatsApp: Dimensia Creative
Dimensia Creative — produksi podcast, dokumentasi kegiatan, dan live streaming di Sumatera Barat.









