Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi 'Tukang Stempel' Eksekutif. (Foto: YouTube/Dimensia Creative)

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi 'Tukang Stempel' Eksekutif. (Foto: YouTube/Dimensia Creative)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Sorotan publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tak pernah surut: mulai dari fasilitas mobil dinas, besaran tunjangan, hingga anggapan bahwa dewan hanya menyetujui apa pun yang diajukan pemerintah daerah. Di balik kritik itu, ada fungsi yang seharusnya dijalankan dewan: legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Persoalan itulah yang dibedah dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi bersama H. Muhammad Ridho Ilahi, SPD, mantan anggota DPRD Kabupaten 50 Kota yang kini aktif sebagai politisi. Ia menilai, akar persoalan bukan semata pada iktikad orang per orang, tetapi pada lemahnya penggunaan mekanisme yang sudah ada.

Pokir Bukan Barang Haram

Ridho menegaskan pokok-pokok pikiran (pokir) merupakan kewenangan yang diatur undang-undang. “Pokir itu bukan barang haram. Pokir itu pokok-pokok pikiran DPRD yang merupakan kewenangannya yang diatur oleh undang-undang,” ujarnya. Karena itu, ia berpendapat pemerintah daerah seharusnya memperhatikan pokir, bukan mengabaikannya.

Bahaya Jika Mekanisme Itu Tidak Berjalan

Ketika pokir dan pembahasan anggaran tak berjalan semestinya, kata Ridho, fungsi dewan menyusut. “Jika tidak berjalan, budgeting itu hanya menyetujui saja apa yang diajukan pemerintah daerah. Berarti benar kata orang, DPRD sekarang ini tukang stempel saja,” ujarnya. Ia menyebut sejumlah anggota dewan bahkan mengaku tidak memiliki pokir.

Baca Juga:  1 Hektar Kopi=Ratusan Juta! Henri Donal: Payakumbuh Butuh 100 Kg/Hari Tapi Pasokan dari Luar

Ketok Palu dan Risalah yang Berbeda

Ridho menyoroti pentingnya konsistensi antara kesepakatan dan pelaksanaan. “Ketok palu itu kan kesepakatan, namun bunyinya belakangan bisa berbeda,” katanya. Ia mencontohkan usulan bantuan untuk anak sekolah yang disebut bernilai Rp8 miliar, tetapi kemudian berubah peruntukan menjadi pembelian pakaian sekolah — perubahan yang menurutnya tak sesuai risalah rapat.

Soal Mobil Dinas dan Alasan Efisiensi

Menanggapi polemik kendaraan dinas di Kabupaten 50 Kota, Ridho mengingatkan bahwa janji tidak membeli mobil dinas pernah diucapkan, namun pada akhirnya tetap terealisasi. Ia juga menyebut alasan efisiensi tak selalu tepat. “Kalau bagi saya, tidak ada alasan efisiensi untuk hal yang memang sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Kursi yang Dibeli dan Amanah Rakyat

Salah satu keprihatinan terbesarnya adalah politik transaksional pasca-pemilu proporsional terbuka. “Kawan-kawan saya yang berpolitik menyampaikan ke saya: Pak Ridho, kursi itu dibeli,” ujarnya. Ia menutup dengan kutipan yang ia pegang: “Jabatan adalah amanah rakyat, bukan hadiah gratis.”

Panduan Singkat: 3 Langkah Awal Bikin Konten untuk Instansi

Perbincangan bertema kebijakan seperti ini menunjukkan satu hal penting: menyampaikan program dan pertanggungjawaban kepada warga butuh kanal yang tepat. Bagi instansi, lembaga, maupun kampus yang ingin memulai, ini tiga langkah praktisnya:

Baca Juga:  Rian Fahardhi 'Presiden Gen Z': Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak

1. Tentukan satu pesan utama per agenda. Jangan campur banyak topik dalam satu konten. Pilih satu program atau satu isu, lalu jelaskan: apa masalahnya, apa yang dikerjakan, dan apa hasilnya bagi warga.

2. Pilih satu kanal yang bisa dijangkau warga. Untuk penjelasan panjang dan berdialog, podcast cocok. Untuk ringkasan cepat, potong menjadi video pendek. Satu bahan produksi bisa menjadi banyak tayangan, bukan sebaliknya.

3. Rekam, lalu ukur. Setelah tayang, lihat komentar dan pertanyaan yang muncul. Isu yang paling banyak ditanyakan biasanya menjadi agenda konten berikutnya.

Jika langkah itu terasa berat dikerjakan sendiri, Dimensia Creative siap mendampingi dari perencanaan hingga tayang: podcast dan talkshow, live streaming agenda resmi, dokumentasi program, hingga video profil instansi. Kami juga membuka ruang kerja sama riset, komunitas, dan media dalam menjembatani isu kebijakan ke publik.

📞 WA: 0812-6349-2788
📋 Proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative — produksi podcast, dokumentasi kegiatan, dan live streaming di Sumatera Barat.

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah
Berani Bilang TIDAK ke Pimpinan: Eks Birokrat Bukittinggi Bicara Integritas ASN

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB