1 Hektar Kopi=Ratusan Juta! Henri Donal: Payakumbuh Butuh 100 Kg/Hari Tapi Pasokan dari Luar

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — “Kota Payakumbuh saja membutuhkan 100 kg green bean kopi per hari. Tapi pasokan bahan bakunya didatangkan dari luar.” Fakta mengejutkan ini diungkap Henri Donal, petani kopi asal Kabupaten 50 Kota, dalam podcast Kusieh Bendi. Di tengah potensi kopi Sumatera Barat yang luar biasa, ironi justru terjadi — daerah penghasil kopi malah bergantung pada pasokan dari luar.

Vietnam: Negara Kecil, Penghasil Kopi Nomor 2 Dunia

Henri membuka diskusi dengan data yang membuka mata. Indonesia adalah produsen kopi nomor 4 dunia, namun tertinggal jauh dari Vietnam yang berada di posisi 2 — padahal luas Pulau Sumatera saja lebih besar dari seluruh negara Vietnam.

“Inilah yang membuat saya habis berpikir,” ujarnya. “Begitu banyak potensi yang ada, seharusnya pemerintah punya brand tersendiri. Daerah penghasil kopi ada brand-nya, penghasil gambir ada brand-nya — ini akan membuat ekonomi bergeliat.”

100 Kg Per Hari, Tapi Didatangkan dari Luar

Henri membeberkan ironi di Payakumbuh: kota ini mengonsumsi 100 kg green bean kopi setiap hari — dari kedai-kedai kopi, kafe, hingga rumah tangga — namun seluruh pasokan bahan bakunya didatangkan dari luar daerah.

Baca Juga:  Seleksi Porwanas Cabor Biliar Digelar di Limapuluh Kota, Ketua PWI Sumbar Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak

“Orang Minang tidak bisa dipisahkan dari kopi. Dari dulu sampai sekarang, pagi hari duduk di kedai di lapau minum kopi, malam hari bersenggama dengan kawan-kawan — tidak bisa dipisahkan dengan kopi,” tuturnya.

Padahal, potensi ekonominya sangat besar. “1 hektar itu bisa menghasilkan uang ratusan juta.”

Bantuan Bibit Tanpa Pembinaan

Henri mengkritik pendekatan pemerintah yang selama ini hanya fokus pada bantuan bibit tanpa disertai pembinaan dan pengawasan berkelanjutan. “Pemerintah cuma fokus membantu berupa bibit, tanpa melakukan pembinaan dan pengawasan sampai bibit itu menghasilkan di tingkat petani.”

Ia membandingkan dengan Kabupaten di Lampung yang berhasil karena pemerintah daerahnya membuat demplot (demonstration plot) seluas 1,5 hektar. “Setelah kopi itu menghasilkan, otomatis masyarakat tergiur dengan penghasilannya. Masyarakat kita ini sama kayak memandikan kuda — kita yang harus terjun dulu ke air, baru kudanya ikut.”

Baca Juga:  Berani Bilang TIDAK ke Pimpinan: Eks Birokrat Bukittinggi Bicara Integritas ASN

“Kita membawa masyarakat menanam kopi, tapi kita sendiri belum pernah bertanam kopi. Itu mustahil.”

Kopi: Penopang Pendidikan dan Ekonomi

Henri mengingatkan bahwa sebelum harga kopi anjlok di tahun 2000-an, tanaman kopi adalah tulang punggung ekonomi masyarakat 50 Kota. “Kopi menjadi penopang perekonomian masyarakat untuk biaya pendidikan anak-anak mereka.”

Kini, dengan tren kopi spesialti yang terus naik 11% CAGR hingga 2030, momen kebangkitan kopi lokal Sumatera Barat justru terlewatkan karena kurangnya keseriusan dari pemerintah.


Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, mengangkat isu-isu strategis dan potensi daerah Sumatera Barat. Ingin mendukung konten yang membangun kesadaran akan potensi lokal? Dimensia Creative membuka peluang kolaborasi — kunjungi dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi 0812-6349-2788.

Kategori: Video

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB