Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Di tengah beredarnya kabar yang simpang siur seputar pembangunan Kota Payakumbuh, Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG-KFM hadir langsung di podcast Kusieh Bendi untuk meluruskan. Dalam episode spesial yang direkam secara spontan ini, Zulmaeta menjelaskan tiga program prioritasnya: transportasi umum gratis berbasis listrik, revitalisasi Pasar Blok Barat dan Timur, serta kejelasan status tanah ulayat.

Efisiensi Anggaran: ‘Tepat Sasaran, Tepat Guna’

Zulmaeta mengakui APBD Kota Payakumbuh sempat turun dan terkena pemangkasan, meski kemudian dikembalikan lagi pasca-dampak bencana. Ia menekankan dana yang kecil justru harus dikelola dengan efisiensi ketat. “Sudah kecil, hilang pula. Jadi artinya kita harus mengefisiensikan dan menjaga keuangan kita jangan hilang,” tegasnya, merujuk pada pentingnya pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan tepat guna.

Transportasi Umum Gratis Berbasis Listrik

Salah satu terobosan yang disorot adalah rencana angkutan umum non-bayar bertenaga listrik. Zulmaeta menyebut biaya operasional listrik sangat murah — satu unit mobil hanya menghabiskan sekitar Rp10.000 per hari, dengan pajak kendaraan listrik yang juga ringan. Sopirnya akan direkrut dari tenaga P3K yang diefektifkan serta sopir angkot lama yang kehilangan pekerjaan. “Terbantu juga sopir-sopir angkot yang lama itu,” ujarnya. Program ini juga diharapkan menghentikan fenomena pelajar di bawah umur yang terpaksa mengendarai motor ke sekolah.

Baca Juga:  Haji John Rizal di Podcast Kusia Bendi: Kritisi Fenomena "Simsalabim" Pemimpin Instan dan Krisis Integritas

Revitalisasi Pasar Blok Barat & Timur Bertahap

Terkait pasar yang sudah berumur sekitar 45 tahun dan rawan kebakaran, Zulmaeta menyiapkan master plan lengkap yang dibangun secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas pedagang. Blok Barat dan Timur akan dihubungkan lewat area parkir bawah tanah dan terowongan. Ia menegaskan tidak akan mengorbankan pedagang demi mengejar pembangunan. “Kalau logikanya, saya tidak akan mungkin mengorbankan orang sekian banyak hanya untuk merubah pasar baru,” tegasnya.

Klarifikasi Status Tanah Ulayat

Soal polemik tanah ulayat yang ramai dibicarakan, Zulmaeta menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan kepemilikan tanah ulayat. Ia menyebut status tanah ulayat diakui, dan hak pakai bisa disimpan oleh kota maupun nagari. Yang terpenting, menurutnya, adalah syarat sertifikat dan hak pakai terpenuhi agar pembangunan berjalan. “Tanah ulayat tidak ada dampak ke kami… silakan saja, tidak ada masalah,” ujarnya.

Pembangunan Bukan untuk Pencitraan

Zulmaeta menegaskan pembangunan yang dijalankan semata untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk pencitraan politik. “Jangan sifatnya pencitraan, betul-betul yang dibutuhkan masyarakat yang kita laksanakan,” katanya. Ia juga berpesan agar media menyajikan berita yang lurus dan objektif. Menutup sesi, Zulmaeta menegaskan siapa pun yang berkontribusi membangun Payakumbuh patut dihargai.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Eks Pengamen Bus Menggema hingga Malaysia di Podcast 'Kusieh Bendi'

UMKM & Pedagang Sumbar, Podcast Ini Panggung untuk Anda

Episode bersama Wali Kota Payakumbuh ini membuktikan satu hal: isu tentang pasar, pedagang, dan UMKM selalu punya tempat di hati masyarakat Sumatera Barat. Kini giliran brand dan UMKM Anda untuk ikut tampil di panggung yang sama.

Kenapa sponsor di Kusieh Bendi pas untuk UMKM?

🛍️ Produk Anda dilihat ribuan penonton — logo, produk di meja, hingga ulasan natural dari host di setiap episode.
📍 Audiens tepat sasaran — masyarakat Payakumbuh dan Sumbar yang aktif belanja dan peduli produk lokal.
♻️ Konten tayang selamanya — episode terus ditonton berbulan-bulan, promosi Anda jalan terus tanpa biaya ulang.
📱 Distribusi multi-platform — YouTube, Instagram Reels, TikTok, dan Facebook dalam satu paket.

Tidak hanya sponsor — kami juga terbuka untuk kolaborasi konten: dari ulasan produk, liputan usaha Anda, hingga narasumber tamu di podcast.

Dengan portofolio yang terus bertumbuh — produksi podcast, video, film, hingga live streaming untuk pemerintah dan swasta — Dimensia Creative siap menjadi mitra komunikasi brand Anda.

📞 Ajak kolaborasi sekarang: WA 0812-6349-2788
📋 Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative — Mitra Kreatif UMKM Sumatera Barat.

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB