Haji John Rizal di Podcast Kusia Bendi: Kritisi Fenomena “Simsalabim” Pemimpin Instan dan Krisis Integritas

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com – Fenomena kemunculan figur-figur pemimpin yang muncul secara mendadak tanpa rekam jejak organisasi yang jelas menjadi sorotan tajam dalam episode terbaru podcast Kusia Bendi. Menghadirkan tokoh organisasi kawakan Kota Payakumbuh, Haji John Rizal, diskusi ini menguliti krisis kepemimpinan yang tengah melanda tingkat daerah hingga nasional.

Dalam obrolan santai namun mendalam tersebut, Haji John Rizal mengungkapkan keprihatinannya terhadap tren kontestasi politik saat ini, di mana kapasitas memimpin seringkali kalah oleh kapasitas finansial.

Fenomena Pemimpin “Simsalabim”

Haji John Rizal menyoroti adanya kelompok-kelompok yang sibuk mencari figur hanya berdasarkan kesuksesan finansial di perantauan, tanpa melihat kemampuan manajerial dan kepekaan sosialnya.

“Ada fenomena yang sangat miris. Ketika kontestasi tiba, orang kasak-kusuk mencari figur pengusaha sukses untuk dijadikan kepala daerah. Yang dilihat adalah kemampuan membiayai ajang kontestasi, bukan kemampuan memimpin,” ujar Haji John Rizal dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dimensia Creative [05:45].

Baca Juga:  Menepis Stigma, Menggali Mutiara: Yayasan Tan Malaka Desak Pemerintah Sumbar Akui "Bapak Republik" Secara Utuh

Ia mengistilahkan ini sebagai pemimpin “Simsalabim”—sosok yang berhasil secara ekonomi melalui proses panjang, namun tiba-tiba ditarik ke dunia politik tanpa melalui proses berjenjang (kaderisasi) yang matang.

Pentingnya Rekam Jejak dan Penjenjangan

Sebagai sosok yang besar di lingkungan organisasi, Haji John Rizal menekankan bahwa kualitas pemimpin lahir dari proses “Bajanjang Naik, Batanggo Turun”. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, di mana pemimpin lahir dari kawah candradimuka organisasi seperti Karang Taruna, KNPI, hingga organisasi profesi.

“Pemimpin dulu itu militan dan jujur karena mereka berangkat dari bawah. Mereka tahu pahitnya kondisi masyarakat karena pernah merasakannya sendiri,” tegasnya [26:07]. Menurutnya, pemimpin yang instan cenderung bingung saat sudah menjabat karena tidak memiliki jiwa leadership dan hanya sekadar menjalankan petunjuk formalitas saja.

Kritik Terhadap Penempatan Jabatan (The Right Man on The Right Place)

Diskusi juga menyentuh isu lokal di Kota Payakumbuh, termasuk penempatan jabatan di lembaga formal maupun BUMD yang seringkali mengabaikan kompetensi demi kepentingan titipan atau kedekatan.

Baca Juga:  Rian Fahardhi 'Presiden Gen Z': Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak

Haji John Rizal menyayangkan banyaknya talenta lokal berprestasi nasional yang justru “tidak lewat” dalam seleksi karena adanya intervensi kepentingan. “Secara teoritis lulus, tapi akhirnya berubah karena kepentingan. Ini yang saya sebut ‘Piang Tabua Ganti Nan Putuih’, aturan yang diubah demi meloloskan kepentingan tertentu,” tambahnya [43:48].

Harapan untuk Masa Depan

Mengakhiri diskusi, Haji John Rizal mengajak masyarakat untuk kembali melihat kriteria ideal pemimpin melalui filosofi Minangkabau: Tageh, Takah, dan Tokoh. Ia berpesan agar integritas tetap menjadi panglima dalam memilih pemimpin.

“Jangan hanya melihat kondisi finansial, tapi lihatlah background-nya. Pemimpin harus punya jiwa leadership dan peka terhadap arus bawah,” tutupnya [51:40].


Editor: Redaksi ArgumenRakyat.com Sumber: Podcast Kusia Bendi – Dimensia Creative

Berita Terkait

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat
Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani
Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh
Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak
Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi
KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka
KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh
MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live — Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB