Lagi dan Lagi Trump Konfirmasi Kesepakatan Damai Sepihak, dengan Mojtaba Khamenei

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mojtaba Khamenei ditengah keramaian (Dok. Associated Press Iran)

Foto: Mojtaba Khamenei ditengah keramaian (Dok. Associated Press Iran)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memantik diskursus geopolitik global melalui klaim unilateralnya. Ia menuturkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah menyepakati klausul perdamaian guna mengakhiri eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Di hadapan para koresponden media di Oval Office, Trump mengartikulasikan tesisnya mengenai konvergensi kepentingan tersebut. Dokumen pakta tersebut, menurut sang presiden, tengah memasuki fase finalisasi dan diproyeksikan rampung dalam hitungan hari. Secara teoretis, Trump berasumsi bahwa kerangka rekonsiliasi ini telah diakomodasi sepenuhnya oleh Mojtaba.

Baca Juga:  Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga

“Saya mengerti jawabannya adalah ya,” kata Trump pada Kamis (11/6) saat ditanya apakah Mojtaba menyetujui kesepakatan tersebut, dilansir dari dikutip AFP. Dalam analisis strategisnya, Trump meyakini signifikansi persetujuan personal Mojtaba berakar dari persepsi sosiopolitik bahwa Iran telah menderita “kekalahan telak”.

Implikasinya, spektrum tuntutan Washington mulai dari terminasi program nuklir hingga liberalisasi jalur navigasi Selat Hormuz diklaim bakal terealisasi mutlak.
“Ini adalah nota kesepahaman yang sangat kuat, meskipun agak konseptual,” jelas pria kelahiran, New York, itu.

Baca Juga:  Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Secara historis, konfrontasi bersenjata meletus pasca-agresi terhadap Teheran pada 28 Februari silam. Meski sempat tercapai moratorium taktis berupa gencatan senjata pada April, dinamika di lapangan kembali fluktuatif akibat intensifikasi kontak tembak baru-baru ini.

Eskalasi sempat memuncak minggu ini pasca-pemberatan helikopter Apache AS di Selat Hormuz, yang memicu retorika ofensif Trump. Ia bahkan sempat mengonseptualisasikan aneksasi terhadap Pulau Kharg, episentrum logistik minyak Iran. Kendati demikian, Trump segera merevisi doktrin konfrontatifnya setelah menerima konfirmasi diplomasi mutakhir.

Berita Terkait

Pengamat Timur Tengah Sebut Iran di Atas Angin dan Mempermainkan Amerika Serikat dalam Eskalasi Konflik
Diplomasi Bola Liar: Korsel Buka Pintu Indonesia jadi Mediator dengan Pyongyang
Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan
Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Pengamat Timur Tengah Sebut Iran di Atas Angin dan Mempermainkan Amerika Serikat dalam Eskalasi Konflik

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Diplomasi Bola Liar: Korsel Buka Pintu Indonesia jadi Mediator dengan Pyongyang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB