Jibril Rajoub Dilarang Masuk: Tembok Birokrasi AS di Balik Panggung Piala Dunia 2026 untuk Palestina

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jibril Rajoub (Wikipedia)

Foto: Jibril Rajoub (Wikipedia)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Agenda persatuan global yang digaungkan FIFA dalam melangsungkan Piala Dunia 2026 membentur dinding diplomasi Washington. Ketua Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, kini tertahan di Mexico City seusai menyaksikan laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan pada Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rajoub, yang sejatinya memegang akreditasi resmi, belum mengantongi visa dari pemerintah Amerika Serikat untuk bergabung dengan para pemimpin sepak bola dunia lainnya. Insiden ini mengonfirmasi adanya kesenjangan antara janji inklusivitas FIFA dan realitas kedaulatan hukum negara tuan rumah. Rajoub merelevansikan kekecewaannya melalui sebuah argumentasi etis yuridis bahwa pembatasan ini mencederai hak universal dalam olahraga.

“Saya tidak percaya bahwa adil untuk menggunakan atau menyalahgunakan. kewenangan dengan menolak hak seluruh insan sepak bola di dunia untuk hadir,” kata mantan Anggota Dewan Revolusi Fatah itu sebagaimana dilansir Aljazeera, Sabtu (13/6/2026) yang dikutip ulang oleh Tirto.id.

Baca Juga:  Sengketa Sawit Memanas, Indonesia Siap Tekan Uni Eropa Lewat WTO

Meski Timnas Palestina gagal menembus putaran final, kehadiran Rajoub merupakan bagian dari tradisi institusional FIFA yang merangkul seluruh anggotanya. Kebijakan restriktif AS ini bertolak belakang dengan komitmen awal yang diartikulasikan oleh otoritas tertinggi sepak bola global. Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan sempat menjanjikan keterbukaan bagi seluruh peserta dan tamu undangan menjelang turnamen yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

“Semua orang akan diterima di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat untuk Piala Dunia FIFA tahun depan. Kami bekerja tepat untuk tujuan itu,” ujar Infantino tahun lalu.
Faktanya, diskriminasi administratif ini juga menimpa delegasi dari negara lain, termasuk seorang wasit Somalia dan fotografer timnas Irak.

Baca Juga:  Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2026: Mbappe Melesat ke Puncak, Ungguli Messi Dua Gol

Menanggapi eskalasi masalah ini, Infantino mengonfirmasi keterbatasan yurisdiksi lembaganya di hadapan hukum domestik sebuah negara. “Kita harus menghormati bahwa kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat penegak hukum,” kata Infantino, Rabu (10/6/2026).

Penundaan visa Rajoub ditengarai berkelindan dengan konjungtur politik. Washington diketahui memperketat aturan bagi pemegang paspor Palestina, termasuk korps pejabat Otoritas Palestina. Rekam jejak Rajoub yang vokal di panggung internasional disinyalir memperkuat resistensi tersebut. Rajoub telah bertahun-tahun menuntut FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Israel karena mengizinkan klub-klub di permukiman Tepi Barat berkompetisi di liga domestik mereka. Fenomena ini diperparah oleh kerusakan masif infrastruktur olahraga di Gaza. Federasi Palestina mencatat bahwa agresi militer Israel telah menghancurkan sekitar 80 persen fasilitas olahraga serta merenggut nyawa sedikitnya 565 pemain sepak bola di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Hubungan Sulit Amerika dan Israel, Ditengah Upaya Damai Konflik Timur Tengah
Selat Hormuz Dikabarkan Akan Dibuka Sejak 19 Juni

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:06 WIB

Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan

Berita Terbaru