Rekor Pecah! Harga Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta Per Gram Akibat Gejolak Geopolitik Global

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Antam Rekor Baru 2026

Harga Emas Antam Rekor Baru 2026

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan sejarah baru pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Sebab, ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik militer di Amerika Latin telah memaksa investor mencari perlindungan pada aset aman. Oleh karena itu, harga emas hari ini melonjak tajam ke level tertinggi sepanjang masa, yakni mencapai Rp2.580.000 per gram.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak Krisis Venezuela Terhadap Pasar Komoditas

Lonjakan harga ini tidak terlepas dari situasi politik di Venezuela yang semakin memanas pasca-intervensi militer asing. Akibatnya, pasar finansial global mengalami volatilitas tinggi yang menguntungkan instrumen logam mulia.

  • Sentimen Safe Haven: Investor cenderung melepas aset berisiko seperti saham dan beralih ke emas untuk mengamankan kekayaan mereka.

  • Pelemahan Mata Uang: Ketegangan geopolitik ini juga memberikan tekanan pada mata uang utama dunia. Maka dari itu, nilai emas dalam satuan mata uang domestik menjadi jauh lebih mahal.

  • Harga Buyback: Tidak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) oleh Antam juga dilaporkan meningkat signifikan, memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ingin melakukan profit taking.

Baca Juga:  Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik

Analisis Teknis: Apakah Akan Terus Naik?

Meskipun harga saat ini sudah sangat tinggi, sejumlah analis komoditas memprediksi tren kenaikan masih mungkin berlanjut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi teknis jika situasi di Venezuela mulai mereda. Selain itu, kenaikan harga emas ini juga berdampak pada sektor industri perhiasan nasional. Bahkan, beberapa toko emas di kota besar melaporkan penurunan volume transaksi karena daya beli masyarakat yang mulai tertahan oleh harga yang melambung tinggi.

Baca Juga:  PMI Manufaktur Indonesia Turun ke Level Terendah 10 Bulan, Sinyal Kontraksi

Argumen Kita: Emas Tetap Menjadi Benteng Finansial

ArgumenRakyat.com memandang bahwa lonjakan harga ini merupakan pengingat pentingnya diversifikasi aset bagi keluarga Indonesia. Terakhir, di tengah ancaman inflasi energi dan ketidakpastian global di tahun 2026, memegang emas tetap menjadi pilihan paling logis untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang.(**)

Berita Terkait

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto
Hubungan Sulit Amerika dan Israel, Ditengah Upaya Damai Konflik Timur Tengah

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:06 WIB

Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan

Berita Terbaru