Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Airlangga Hartarto saat diwawancarai, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6) (Dok. istimewa)

Foto: Airlangga Hartarto saat diwawancarai, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6) (Dok. istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pemerintah memberi sinyal hijau untuk mengoreksi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax. Rencana ini bergulir seiring meredanya tensi geopolitik global di Timur Tengah yang sempat menyulut volatilitas harga minyak mentah dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pelonggaran harga ini sangat bergantung pada realisasi konkret di lapangan. Pemerintah kini tengah mencermati dinamika global, terutama komitmen damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berimplikasi langsung pada keamanan jalur logistik vital.

Baca Juga:  Pemerintah Pangkas 1.077 BUMN, Klaim Hemat Rp50 Triliun

“Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz, kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi. Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian,” ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).

Kendati harga minyak mentah dunia mulai melandai, penurunan harga di pompa bensin domestik dipastikan tidak serta-merta terjadi. Pemerintah dan badan usaha masih menghitung sisa stok lama yang dibeli dengan harga tinggi. Kebijakan baru ini baru akan diterapkan setelah kalkulasi pasokan dan stabilitas kawasan benar-benar teruji. Bagi konsumen, kabar ini tentu menjadi angin segar yang dinanti di tengah impitan beban ekonomi. Namun, publik tampaknya masih harus sedikit bersabar menunggu kepastian angka dari meja birokrat.

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya
UMKM Disiapkan Jadi Pemasok Bahan Makanan Program MBG
Harga Emas Antam Stabil di Rp2,54 Juta per Gram

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa. (Foto: iNews.id)

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB