ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pemerintah memberi sinyal hijau untuk mengoreksi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax. Rencana ini bergulir seiring meredanya tensi geopolitik global di Timur Tengah yang sempat menyulut volatilitas harga minyak mentah dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pelonggaran harga ini sangat bergantung pada realisasi konkret di lapangan. Pemerintah kini tengah mencermati dinamika global, terutama komitmen damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berimplikasi langsung pada keamanan jalur logistik vital.
“Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz, kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi. Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian,” ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).
Kendati harga minyak mentah dunia mulai melandai, penurunan harga di pompa bensin domestik dipastikan tidak serta-merta terjadi. Pemerintah dan badan usaha masih menghitung sisa stok lama yang dibeli dengan harga tinggi. Kebijakan baru ini baru akan diterapkan setelah kalkulasi pasokan dan stabilitas kawasan benar-benar teruji. Bagi konsumen, kabar ini tentu menjadi angin segar yang dinanti di tengah impitan beban ekonomi. Namun, publik tampaknya masih harus sedikit bersabar menunggu kepastian angka dari meja birokrat.









