Dua Raksasa Komponen Otomotif Jepang di Jatim Bersiap Hengkang, Ribuan Buruh Terancam PHK

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sketch Art Pencil, Gambar Pabrik dan Bendera Jepang - Indonesia

Ilustrasi Sketch Art Pencil, Gambar Pabrik dan Bendera Jepang - Indonesia

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Sinyal merah kembali menyala di sektor ketenagakerjaan Indonesia. Sektor otomotif yang selama ini menjadi salah satu pilar penopang pertumbuhan ekonomi nasional kini tengah menghadapi ancaman badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan industri dalam negeri.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekhawatiran mendalam ini disuarakan secara lantang oleh Said Iqbal, Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Menurut dia, situasi di lapangan menunjukkan gejala yang tidak sehat, terutama pada sejumlah korporasi besar yang berbasis di wilayah Jawa Timur.

Ancaman ini menjadi alarm keras bagi iklim investasi di Indonesia. Ketika pemerintah gencar mengampanyekan stabilitas investasi asing, realitas kelesuan manufaktur justru berpotensi memicu tsunami pengurangan tenaga kerja.

Baca Juga:  Bukan Sekadar "Bayang-Bayang" Emas: Perak Kini Jadi Primadona Investasi Alternatif 2026

Said Iqbal mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai relokasi industri ini sudah mulai bergulir. “Di Jawa Timur juga, di daerah Pasuruan dan Mojokerto, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dari informasi awal waktu saya ke Jawa Timur,dua perusahaan raksasa komponen otomotif, ini di komponen otomotif, itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK, Sebab di Indonesia rupanya pabrik mobil listrik tidak kompetitif, tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik,” katanya menambahkan dampak dari rencana pemindahan operasional tersebut, dilansir dari METRO TV, Selasa 23 Juni 2026.

Sementara itu, menanggapi isu miring tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto langsung buka suara. Airlangga membantah narasi bahwa iklim investasi Indonesia sedang lesu dan menegaskan bahwa aliran modal asing ke tanah air justru masih menunjukkan tren positif di berbagai kawasan strategis.

Baca Juga:  Analisis Emas Batangan vs Perhiasan: Mana Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

“Investasi itu masih bergerak, termasuk ke Indonesia juga beberapa investasi masih masuk. Kita ketahui beberapa kawasan ekonomi khusus, seperti misalnya di kawasan ekonomi di Jawa Timur, di JIIPE, kemudian juga kawasan ekonomi di Pulau Bintan, itu demand daripada para industri yang akan investasi meningkat. Jadi memang kami menerima beberapa rencana pengembangan kawasan-kawasan, baik itu kawasan ekonomi maupun kawasan industri,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangannya.

Berita Terkait

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk
Analisis Emas Batangan vs Perhiasan: Mana Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:50 WIB

Dua Raksasa Komponen Otomotif Jepang di Jatim Bersiap Hengkang, Ribuan Buruh Terancam PHK

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:00 WIB

Analisis Emas Batangan vs Perhiasan: Mana Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

Berita Terbaru