ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Investasi emas masih memikat hati masyarakat Indonesia. Namun, para pemula kerap bertanya-tanya: mending memilih emas batangan atau perhiasan? Praktik perdagangan di Pegadaian dan toko emas konvensional menunjukkan bahwa kedua jenis emas ini menawarkan potensi keuntungan yang jauh berbeda.
Emas batangan dengan kadar 99,99% menawarkan pilihan paling rasional untuk investasi murni. Harganya hampir menyentuh dasar emas dunia, dan produsen hanya membebankan biaya premium kecil. Saat konsumen menjual kembali, penjual memotong harga buyback rendah, sehingga keuntungan cepat terasa. Jenis emas ini cocok untuk tabungan jangka panjang seperti dana pendidikan atau pensiun.
Sebaliknya, emas perhiasan menyuguhkan fungsi estetika dan nilai pakai selain sebagai investasi. Namun, waspadai “ongkos tukang” yang bisa menyedot 10–40 persen dari harga emas. Biaya pembuatan ini hangus ketika pemilik menjual kembali perhiasannya. Akibatnya, investor membutuhkan kenaikan harga emas hingga 20–30 persen hanya untuk balik modal. Likuiditas perhiasan pun ikut turun karena tidak semua toko bersedia membeli model dari tempat lain.
Lalu, bagaimana kita menerapkan strategi cerdas? Jika tujuan utama Anda berinvestasi, kami sarankan masyarakat memilih emas batangan Antam atau UBS. Namun, bagi yang ingin tetap tampil gaya, terapkan strategi ganda: rutin beli batangan untuk investasi jangka panjang, dan sisihkan anggaran kecil untuk membeli perhiasan bekas atau model sederhana. Penjual sering menawarkan perhiasan second tanpa ongkos buat, sehingga harganya mendekati batangan.
Kesimpulannya, emas batangan tak tergoyahkan untuk meraih keuntungan maksimal. Emas perhiasan hanya cocok jika pembeli bersedia kehilangan sebagian nilai demi bisa memakainya. Jangan biarkan biaya desain menggerogoti keuntungan investasi Anda.(**)









