Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja(Foto AI)

Ilustrasi Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pertama, banyak pekerja muda merasakan keanehan finansial. Setiap kali gaji naik, uang tetap habis pada akhir bulan. Bonus tahunan pun tidak membuat tabungan bertambah. Fenomena ini disebut lifestyle creep atau inflasi gaya hidup. Istilah tersebut menggambarkan kondisi berbahaya. Biaya hidup seseorang otomatis ikut meningkat. Peningkatannya seiring dengan bertambahnya pendapatan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, kebiasaan kecil tanpa disadari menggerogoti dompet. Sebagai contoh, seseorang mengganti kopi seduh sendiri dengan kopi kafe. Contoh lain, ia mulai makan di luar semakin sering. Jika tidak segera disadari, lifestyle creep menjebak seseorang. Akibatnya, ia hidup pas-pasan meskipun penghasilan terus naik.

Selanjutnya, mari kita lihat contoh nyata. Bentuk lifestyle creep seringkali tampak sepele. Misalnya, saat gaji masih Rp5 juta, seseorang rela naik transportasi umum. Kemudian, setelah gaji naik menjadi Rp8 juta, ia beralih ke ojek daring setiap hari. Hasilnya, pengeluaran transportasi membengkak dua kali lipat.

Baca Juga:  Membedah Risalah "Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia" karya D.N Aidit

Lebih lanjut, contoh lain juga sering terjadi. Seseorang membeli pakaian bermerek karena merasa “layak” setelah promosi. Atau, ia berlangganan layanan streaming mahal. Padahal, ia jarang menontonnya.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan survei pada Januari 2026. Survei ini melibatkan 2.000 pekerja muda. Mereka tersebar di lima kota besar Indonesia. Hasilnya, 68 persen responden mengakui gaya hidup mereka meningkat. Peningkatan ini seiring dengan kenaikan gaji. Namun, hanya 22 persen yang tabungannya ikut bertumbuh secara signifikan.

Seorang perencana keuangan bersertifikat, Adi Nugroho, menjelaskan, “Lifestyle creep berbahaya karena sifatnya gradual. Kenaikan kecil di berbagai pos pengeluaran akhirnya mengakumulasi habis seluruh tambahan pendapatan.”

Cara Memutus Rantai Lifestyle Creep

Baca Juga:  Strategi 'Frugal Living' di Tanggal Tua: Tetap Makan Enak Tanpa Menguras Sisa Saldo

Selanjutnya, kita perlu menghindari jebakan ini. Pertama, terapkan disiplin keuangan sejak dini. Langkah pertama: tetapkan batas tabungan di awal menerima gaji. Sisihkan minimal 20 persen penghasilan ke rekening terpisah. Lakukan ini sebelum mengalokasikan untuk kebutuhan lain.

Kedua, bedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan sesaat. Buatlah daftar belanja sebelum membeli sesuatu. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?”

Ketiga, tingkatkan kesadaran dengan mencatat setiap pengeluaran kecil. Aplikasi pencatat keuangan dapat membantu. Aplikasi tersebut mendeteksi kebocoran anggaran.

Akhirnya, dengan tiga langkah di atas, kenaikan gaji akan berdampak nyata. Dampaknya pada kesehatan finansial, bukan sekadar meningkatkan gaya hidup. Ingatlah, lifestyle creep bisa dikendalikan. Mulailah dari hari ini. Kelola keuangan dengan bijak.(**)

Berita Terkait

Fahruddin Faiz: Menunggangi Badai Ketidakpastian dengan Akal Jernih dan Jiwa Terlatih
Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit
Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal
Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial
Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:43 WIB

Fahruddin Faiz: Menunggangi Badai Ketidakpastian dengan Akal Jernih dan Jiwa Terlatih

Senin, 29 Juni 2026 - 16:50 WIB

Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:50 WIB

Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:31 WIB

Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:50 WIB

Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka

Berita Terbaru